TARAKAN — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara menggelar BPKP Crash Course di Universitas Borneo Tarakan. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Rektorat UBT pada Senin (21/9/26). Sebanyak 150 mahasiswa terpilih dari berbagai jurusan mengikuti kursus singkat tersebut.
Acara dihadiri Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, Wakil Rektor 1 dan 2, para Dekan, serta pejabat struktural di lingkungan UBT. Crash Course ini dirancang agar mahasiswa memiliki bekal analisis dasar dalam mendeteksi potensi kecurangan (fraud) maupun kesalahan administrasi.
Mahasiswa Diajak Simulasi Langsung Sebagai Auditor
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kaltara, Sindu Senjaya Aji, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan slogan BPKP "Hadir Bermanfaat". Menurutnya, BPKP Kaltara ingin memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas.
"Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak melakukan simulasi langsung seolah-olah menjadi seorang auditor. Kami ingin mengenalkan bagaimana cara mendeteksi fraud dan penanaman nilai anti-korupsi yang harus dimulai sedini mungkin," terang Sindu.
Sindu menambahkan BPKP Kaltara membuka peluang karir luas bagi lulusan UBT dari berbagai latar belakang keilmuan untuk bergabung menjadi bagian dari BPKP di masa mendatang.
Rektor UBT: Bekal Pengawasan Relevan untuk Program KKN di Desa
Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein mengapresiasi kolaborasi berkesinambungan yang terus terjalin antara UBT dan BPKP. Ia menegaskan BPKP memiliki tugas dan fungsi yang sangat relevan untuk mengedukasi civitas akademika mengenai pentingnya tata kelola keuangan yang akuntabel.
"Tentu saja, kita tentu berharap mahasiswa mendapat pengetahuan yang lebih komprehensif terkait dengan bagaimana pengawasan, sehingga mereka juga nanti bisa terlibat dalam proses pengawasan tersebut," ujar Prof. Yahya.
Rektor menjelaskan Crash Course ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama jangka panjang antara UBT dan BPKP Kaltara.
"Hari ini crash course ini memang kursus singkat untuk mahasiswa agar bisa mendeteksi paling tidak fraud-fraud itu bagaimana, kesalahan itu bagaimana, sehingga nanti ke depan kita berharap mahasiswa bisa menjadi mitra pengawasannya BPKP," lanjutnya.
Pengetahuan Pengawasan Jadi Modal Mahasiswa saat KKN
Prof. Yahya menyoroti relevansi pengetahuan ini dengan program pengabdian masyarakat, seperti Kuliah Kerja Nyata yang rutin dijalankan mahasiswa UBT hingga ke pelosok desa.
"Nanti di UBT, KKN itu kita banyak ke desa-desa. Dengan ini nanti mungkin mahasiswa punya bekal pengetahuan yang memberikan pemahaman misalnya kepada masyarakat desa dan kepala desa tentang bagaimana pelaksanaan tugas-tugas, sehingga mereka bisa memahami bagaimana regulasinya, pelaksanaannya, hingga pengawasannya," jelas Rektor UBT.
Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agen perubahan di kampus, tetapi juga mampu mengawal tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi.