KALIMANTAN UTARA — Produk domestik bruto Korea Selatan tumbuh 1,0 persen pada kuartal III-2026 dibanding kuartal sebelumnya, melampaui median perkiraan ekonom Reuters sebesar 0,7 persen. Percepatan ditopang lonjakan ekspor chip di tengah booming investasi kecerdasan buatan global. Secara tahunan, ekonomi Korsel tumbuh 3,4 persen.
Bank Sentral Korea Selatan (BOK) melaporkan angka pertumbuhan itu sebagai perkiraan awal, dikutip CNA pada Selasa (27/10/2026). Capaian kuartalan 1,0 persen lebih kuat dari konsensus pasar yang memperkirakan 0,7 persen dalam jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah ekonom.
Dibanding periode yang sama tahun lalu, PDB Korsel naik 3,4 persen. Angka itu memang melandai dari 3,7 persen pada kuartal sebelumnya, tetapi masih di atas ekspektasi ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan 3 persen.
Ekspor Januari-September Lampaui Rekor Setahun Penuh
Nilai ekspor Korsel mencapai USD800 miliar (sekitar Rp14.500 triliun) sepanjang Januari hingga September. Realisasi sembilan bulan itu sudah lebih tinggi dari rekor ekspor setahun penuh yang dicatat pada tahun sebelumnya.
Pendorong utamanya adalah permintaan chip yang melesat seiring gelombang investasi AI global. Sektor semikonduktor Korsel, yang dikuasai Samsung Electronics dan SK Hynix, menjadi pemasok utama memori berbandwidth tinggi untuk pusat data dan server AI.
Mengapa Pertumbuhan Kuartalan Melandai dari 3,7% ke 3,4%
Perlambatan pertumbuhan tahunan dari 3,7 persen ke 3,4 persen mencerminkan efek basis tinggi pada kuartal sebelumnya. Meski begitu, level 3,4 persen tetap menandakan ekonomi Korsel belum kehilangan momentum di tengah ketidakpastian perdagangan global.
BOK menyebut angka ini masih bersifat perkiraan awal. Rilis data lengkap akan menyusul dan bisa me