TANJUNG SELOR — Rapat paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kaltara menjadi forum Gubernur Zainal A. Paliwang menyampaikan capaian pembangunan sekaligus tantangan yang dihadapi daerah berusia 14 tahun tersebut. Ia didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto, dengan tema peringatan "14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya".
Zainal menegaskan pertumbuhan ekonomi harus memberi manfaat nyata bagi seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di pedalaman dan perbatasan. Menurutnya, tema HUT tahun ini menjadi harapan agar pertumbuhan berjalan inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan kita, seluruh masyarakat, mulai dari perkotaan hingga desa-desa di pedalaman dan perbatasan, dapat merasakan pertumbuhan ekonomi dan menikmati kesejahteraan," kata Zainal.
Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,09 Persen pada Semester I 2026
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, ekonomi Kaltara pada triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan pada semester I 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai 5,09 persen.
PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 tercatat Rp42,47 triliun. Angka-angka itu disampaikan Gubernur di hadapan anggota DPRD dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Opini WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK RI
Di bidang tata kelola keuangan, Kaltara kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Zainal menyebut capaian tersebut merupakan yang ke-12 kali secara berturut-turut.
Pemprov Kaltara juga menyoroti inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara). Selain itu, penerapan Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air (PKAA) disebut sebagai upaya mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
Kabut Asap dan Efisiensi Anggaran Tidak Hentikan Pembangunan
Peringatan HUT Kaltara tahun ini dilaksanakan dengan pendekatan berbeda. Gubernur menyebut langkah itu sebagai bentuk empati, keprihatinan, dan solidaritas terhadap kondisi kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kalimantan.
Selain tantangan lingkungan, Pemprov Kaltara menghadapi kebijakan pengurangan transfer ke daerah serta tuntutan efisiensi anggaran. Zainal memastikan kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah melanjutkan pembangunan.
"Efisiensi anggaran tidak akan mengurangi semangat kita untuk terus membangun Kaltara," tegasnya.
Ajakan Kerja Sama untuk Kaltara sebagai Beranda Depan NKRI
Zainal menyebut capaian pembangunan tidak terlepas dari kolaborasi pemprov, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat. Ia mengajak semua pihak memperkuat kerja sama agar pembangunan berjalan terarah dan terukur.
"Ke depan, saya mengajak kita semua untuk memperkuat kerja sama dan memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Rapat paripurna ditutup dengan pemotongan tumpeng dan nasi rasul sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman. Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie menyerahkan tumpeng secara simbolis kepada Gubernur Zainal, sementara Wakil Ketua DPRD menyerahkannya kepada Sekprov Denny. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.