Pencarian

Emas Swasta di Singapura Tembus 800 Ton, Naik 16 Kali Lipat Sejak 2014

Senin, 26 Oktober 2026 • 09:22:01 WIB
Emas Swasta di Singapura Tembus 800 Ton, Naik 16 Kali Lipat Sejak 2014
Penyimpanan emas swasta di Singapura dilaporkan melampaui 800 ton pada 2025, naik sekitar 16 kali lipat dibanding 2014.

KALIMANTAN UTARA — Penyimpanan emas milik swasta di Singapura melampaui 800 ton pada 2025, naik sekitar 16 kali lipat dibanding 2014. Lonjakan itu mendorong kapasitas Le Freeport, fasilitas yang dijuluki Fort Knox of Asia, nyaris penuh. Modal asal Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah menjadi motor perpindahan aset ini.

Estimasi pedagang logam mulia J. Rotbart & Co. menempatkan volume emas swasta di Singapura pada level tersebut, dengan sebagian besar brankas bawah tanah Le Freeport dilaporkan telah terisi. Fasilitas itu menjadi rujukan utama kalangan berpunya yang ingin menyimpan emas fisik di luar sistem perbankan negara asal.

Negara kota itu kini menantang posisi Swiss sebagai pusat penyimpanan emas dunia. Arus perpindahan datang dari keluarga kaya Amerika Serikat, Eropa, hingga Timur Tengah yang mencari tempat aman di tengah perang, ketidakstabilan politik, dan ketidakpastian ekonomi global.

Keluarga Kaya Pindahkan Emas dari Swiss ke Singapura

Salah satu pendiri Farro Capital, Manish Tibrewal, menyebut pergeseran perilaku klien kelas atas terjadi dalam dua pola sekaligus.

"Keluarga kaya tradisional yang selama ini menyimpan emas fisik di negara lain kini memindahkan sebagian asetnya ke Singapura. Sementara itu, keluarga yang sebelumnya tidak memegang emas fisik mulai membeli melalui bank swasta atau pedagang logam mulia untuk disimpan di Singapura," kata Tibrewal, dikutip dari Seoul Economic Daily, Minggu (25/10/2026).

Data The Reserve, pengelola fasilitas penyimpanan emas lain, memperkuat gambaran itu. Kepemilikan emas nasabah dalam program penyimpanan naik hingga tiga kali lipat dibanding awal 2020. Hingga September 2026, fasilitas tersebut menyimpan 8,6 ton emas.

Sekitar 90% dari emas di The Reserve dimiliki nasabah asing. Sekitar 40% klien Eropa dilaporkan telah memindahkan sebagian emas mereka dari Swiss ke Singapura, atau memilih Singapura sebagai lokasi penyimpanan untuk pembelian emas baru.

Le Freeport dan Perebutan Status Pusat Emas Dunia

Le Freeport beroperasi sebagai kawasan bebas bea yang memungkinkan barang berharga disimpan tanpa status impor resmi. Model ini memangkas beban pajak dan birokrasi bagi pemilik aset, sekaligus menjaga kerahasiaan kepemilikan.

Kapasitas yang menipis di fasilitas utama menjadi sinyal permintaan riil, bukan sekadar euforia harga. J. Rotbart & Co. mencatat lonjakan 16 kali lipat sejak 2014 berlangsung bertahap, seiring serangkaian guncangan geopolitik dan pandemi yang mendorong diversifikasi aset.

Bagi Singapura, arus ini memperkuat posisi sebagai hub keuangan sekaligus mendatangkan pendapatan jasa penyimpanan, asuransi, dan logistik logam mulia. Pemerintah negara kota itu memang sejak lama membangun infrastruktur penyimpanan kelas institusi untuk menarik kekayaan lintas negara.

Apa Artinya bagi Investor Indonesia

Pergeseran ke Singapura mencerminkan tren yang relevan bagi investor domestik. Permintaan emas fisik sebagai lindung nilai tetap tinggi ketika volatilitas pasar keuangan meningkat, dan biaya penyimpanan di luar negeri menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemilik aset besar.

Bagi pelaku bisnis logam mulia dalam negeri, fenomena ini membuka peluang pengembangan layanan penyimpanan terpadu. Selama ini sebagian kalangan lebih memilih safe deposit box perbankan atau fasilitas luar negeri karena alasan keamanan dan kerahasiaan.

Harga emas sendiri masih menjadi variabel kunci. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, permintaan emas fisik dari kalangan kaya diperkirakan bertahan, dan Singapura berada di posisi menerima limpahan itu.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks