Pencarian

Pemprov Kaltara Sesuaikan Pola Layanan MBG untuk Wilayah Pedalaman, Perbatasan, dan Kepulauan

Selasa, 27 Oktober 2026 • 06:46:31 WIB
Pemprov Kaltara Sesuaikan Pola Layanan MBG untuk Wilayah Pedalaman, Perbatasan, dan Kepulauan
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang memimpin rapat koordinasi layanan Program MBG bersama KPPG Kelas I Kaltara dan perangkat daerah di Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang menekankan bahwa pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pelayanan Program MBG, khususnya di wilayah terpencil. Arahan itu disampaikan dalam rapat bersama Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kelas I Kaltara Harjito B dan jajaran perangkat daerah di Ruang Rapat Gubernur Kaltara.

Salah satu persoalan utama yang disorot adalah distribusi makanan ke sekolah-sekolah di daerah dengan akses terbatas. Wilayah perbatasan Krayan di Kabupaten Nunukan menjadi contoh paling menantang.

Jarak Tempuh Jadi Kendala Utama Distribusi MBG

Gubernur menyebut jarak tempuh yang jauh membuat pengiriman makanan dari satu dapur ke sekolah berisiko menurunkan kualitas dan kesegaran makanan saat tiba di lokasi.

"Jarak tempuh yang jauh membuat pengiriman makanan dari satu dapur ke sekolah berisiko mengurangi kualitas dan kesegaran makanan saat tiba di lokasi," tutur Zainal.

Untuk mengatasinya, Pemprov Kaltara mendorong optimalisasi fasilitas pelayanan skala lokal. Kerja sama dengan kantin sekolah juga dibuka, disertai pemanfaatan bahan pangan dari petani dan peternak setempat.

Pola tersebut diharapkan menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat sekaligus melibatkan masyarakat lokal dalam rantai pasok program.

Pemprov Bantu Peternak Lokal soal Pakan Ternak

Pemprov Kaltara bersama instansi terkait berkomitmen membantu mencari solusi atas kendala penyediaan pakan ternak yang dihadapi kelompok peternak lokal. Dukungan itu dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan bagi kebutuhan program MBG.

Selain persoalan distribusi, Gubernur menekankan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap unit dibatasi maksimal melayani 3.000 penerima manfaat.

"Setiap unit maksimal melayani 3.000 penerima manfaat untuk menjaga kelancaran operasional dan mencegah penumpukan," ujarnya.

Jika unit definitif belum beroperasi di suatu kecamatan, layanan sementara dapat dibuka sebelum dialihkan sesuai penataan yang ditetapkan.

Realisasi MBG Kaltara Baru 67,69 Persen dari Sasaran

Kepala KPPG Kelas I Kaltara Harjito B melaporkan realisasi penerima manfaat MBG di Kaltara telah mencapai sekitar 67,69 persen atau 139.536 orang dari total sasaran 206.153 orang.

"Penerima manfaat mencakup peserta didik tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah formal, dan pondok pesantren, serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita," kata Harjito.

Koordinasi antara Badan Gizi Nasional, KPPG, Pemprov Kaltara, serta pemerintah kabupaten dan kota diharapkan semakin kuat melalui audiensi tersebut. Sinergi diperlukan untuk mengatasi tantangan distribusi, menjaga ketersediaan bahan pangan, dan menata kelembagaan SPPG agar Program MBG berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks