JAKARTA — Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik resmi mengisi kursi Kapolda Kalimantan Utara. Posisi ini sebelumnya dipegang Irjen Agus Wijayanto yang dipindahkan ke Kepulauan Bangka Belitung.
Andi bukan nama baru di lingkungan Polri. Pria kelahiran Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ini lulusan Akpol 1994 dan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Suyudi.
Dari Kapolres Padangsidimpuan ke Inspektur Wilayah V Itwasum Polri
Karier Andi Syahriful dibangun lewat jalur sumber daya manusia dan pengawasan internal. Dua bidang itu mendominasi riwayat jabatannya selama lebih dari satu dekade terakhir.
Jabatan Kapolres Padangsidimpuan (2012–2013) menjadi salah satu penugasan awalnya di wilayah. Saat bertugas di sana, ia dikenal responsif menangani keluhan warga soal tindak kriminal dan penyakit masyarakat.
Setelah itu ia menjabat Kapolres Simalungun (2013–2015), lalu masuk lingkungan SSDM Polri pada 2016. Sejumlah posisi strategis menyusul:
- Karo SDM Polda Banten (2016–2017)
- Karo SDM Polda Lampung (2017)
- Kabagrenmin SSDM Polri (2018)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri (2019)
- Karo SDM Polda Jawa Timur (2020)
- Kabagdalmutu Rorenmin Itwasum Polri (2021)
- Tim Pengawasan Operasi Itwasum Polri (2024)
- Auditor Kepolisian Utama Itwasum Polri (sebelum Februari 2026)
- Inspektur Wilayah V Itwasum Polri (Februari 2026)
Kenaikan Pangkat Menjadi Irjen
Dengan menempati jabatan Kapolda Kaltara, Andi S. Taufik akan naik pangkat dari brigadir jenderal menjadi inspektur jenderal. Kenaikan ini mengikuti jabatan struktural yang disandangnya.
Mutasi kali ini mencakup sejumlah posisi strategis lain, mulai dari Kakorlantas hingga sejumlah Kapolda dan Wakapolda. Surat telegram ditandatangani pada 10 Oktober 2026.
Wilayah Perbatasan Jadi Tantangan Berikutnya
Kalimantan Utara berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi pintu masuk jalur logistik serta lalu lintas orang di kawasan utara Kalimantan. Tugas pengawasan internal yang lama digeluti Andi dinilai relevan untuk memperkuat pengawasan di wilayah itu.
Belum ada keterangan resmi dari Polda Kaltara maupun Andi Syahriful soal rencana kerja usai pelantikan.