Pencarian

BUMI Akuisisi Perusahaan Australia, MBSS Kantongi Kontrak Batu Bara Rp 6 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 • 09:21:01 WIB
BUMI Akuisisi Perusahaan Australia, MBSS Kantongi Kontrak Batu Bara Rp 6 Triliun
BUMI menuntaskan akuisisi Mount Margaret Mining Pty Ltd senilai US$22,01 juta melalui anak usahanya, Bumi Resources Australia Pty Ltd.

KALIMANTAN UTARA — Bumi Resources (BUMI) menuntaskan akuisisi Mount Margaret Mining Pty Ltd senilai US$22,01 juta pada 23 Oktober 2026, sementara Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) mengamankan kontrak pengangkutan batu bara Rp 6 triliun dari Global Energi Lestari. Dua aksi korporasi ini menandai geliat ekspansi emiten batu bara di tengah tekanan pasar saham domestik.

Paragraf pembuka: Akuisisi BUMI dilakukan melalui anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, yakni Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA). BRA membeli dua lembar saham yang mencakup seluruh saham terbitan Mount Margaret Mining, sehingga BUMI kini menggenggam 100% kepemilikan perusahaan asal Australia tersebut secara tidak langsung. Transaksi rampung pada 23 Oktober 2026 dan menambah daftar kepemilikan perseroan di luar negeri.

Kontrak Rp 6 Triliun untuk MBSS

Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) mendapat kontrak jasa pengangkutan batu bara senilai Rp 6 triliun dari Global Energi Lestari (GEL Group). Kesepakatan berlaku lima tahun dengan volume angkut 30 juta ton batu bara, atau sekitar 6 juta ton per tahun.

Dari kontrak tersebut, MBSS berpotensi memperoleh pendapatan rata-rata Rp 1,2 triliun per tahun. Pengangkutan melayani pasar domestik dan ekspor dengan titik muat di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Operasional akan memakai armada tug and barge serta kapal kelas Handymax hingga Supramax, didukung fasilitas transshipment dengan floating crane. Kontrak jangka panjang ini memberi kepastian volume bagi MBSS untuk mengoptimalkan pemanfaatan armada.

Perseroan juga menyiapkan ekspansi armada secara bertahap pada 2027 guna mendukung kebutuhan operasional.

BREN Kejar Target 1 GW Panas Bumi

Barito Renewables Energy (BREN) mencatatkan kapasitas terpasang panas bumi menjadi 935,55 MW. Capaian itu diperoleh setelah perseroan merampungkan retrofit PLTP Darajat Unit 3 di Garut, Jawa Barat, melalui anak usaha Star Energy Geothermal Darajat II.

Proyek tersebut menambah kapasitas Unit 3 sebesar 8,55 MW menjadi 130,55 MW. Total kapasitas kompleks PLTP Darajat kini mencapai 280,55 MW.

Dengan angka itu, BREN semakin dekat dengan target kapasitas panas bumi 1 GW pada akhir 2026. Perseroan juga menjajaki kerja sama teknis dengan Mitsubishi Power Indonesia untuk meningkatkan performa turbin serta keandalan PLTP Darajat Unit 2 dan Unit 3.

Tekanan di Pasar Saham

Langkah ekspansi sejumlah emiten berbanding terbalik dengan kondisi pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,22% ke posisi 5.373,09 pada perdagangan Senin (26/10).

Investor asing membukukan jual bersih Rp 2,03 triliun di pasar reguler dan Rp 1,85 triliun di seluruh pasar. Seluruh 11 sektor saham berakhir di zona merah, dengan sektor infrastruktur turun paling dalam 2,47%.

Pelaku pasar mencermati percepatan reformasi OJK sebagai respons atas evaluasi MSCI. Rencana penghapusan 82 saham HSC dari perhitungan IHSG mulai 2 November juga berpotensi menekan indeks dalam jangka pendek.

Deretan aksi korporasi BUMI, MBSS, dan BREN menunjukkan emiten batu bara dan energi terbarukan masih agresif melebarkan basis pendapatan, meski sentimen makro dan arus keluar dana asing membebani kinerja IHSG.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks