KALIMANTAN UTARA — Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 MPR/DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh jajaran Parlemen menjadikan momen ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih cepat dan berpikir lebih terbuka.
Demokrasi yang Tidak Pernah Selesai
Siti menyebut perjalanan 81 tahun MPR dan DPR adalah bagian dari sejarah panjang perjuangan bangsa dalam membangun kehidupan bernegara berdasarkan kedaulatan rakyat. Menurut dia, kedua lembaga itu telah tumbuh dan beradaptasi mengikuti dinamika masyarakat serta sistem ketatanegaraan Indonesia.
Kehadiran DPD sejak 2004 dinilainya semakin melengkapi sistem perwakilan di Indonesia. MPR, DPR, dan DPD, kata dia, lahir dari semangat menciptakan tata pemerintahan berbasis kedaulatan rakyat sebagaimana tercermin dalam sila keempat Pancasila.
"MPR, DPR, dan DPD terus hadir dalam ruang publik sebagai bagian dari upaya merawat demokrasi agar semakin baik. Karena sejatinya demokrasi tidak pernah selesai pada satu titik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Disinformasi dan Polarisasi Mengancam Kepercayaan Publik
Perkembangan teknologi dan arus informasi tanpa batas disebut Siti telah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas. Namun, kondisi yang sama juga membawa tantangan serius.
"Disinformasi dan polarisasi berpotensi menggerus kepercayaan publik serta mengancam kohesi sosial," kata Siti.
Karena itu, persatuan dan kesatuan bangsa perlu dirawat melalui pendidikan, dialog, keteladanan, serta kemampuan mengelola perbedaan. Identitas kebangsaan juga perlu diperkuat agar Indonesia dapat mengikuti perkembangan dunia tanpa kehilangan jati diri.
Evaluasi Kelembagaan di Tengah Perubahan Global
Siti menyebut perubahan geopolitik, transformasi ekonomi digital, perubahan iklim, serta isu ketahanan pangan dan energi sebagai tantangan yang harus diantisipasi. Penguatan kelembagaan, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia mengajak seluruh jajaran Sekretariat Jenderal MPR, DPR, dan DPD terus melakukan evaluasi, membaca perubahan, dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Profesionalisme dan integritas disebutnya sebagai landasan dalam menjaga marwah kelembagaan.
"Marilah kita jadikan peringatan hari ulang tahun ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih baik, bergerak lebih cepat, berpikir lebih terbuka, dan memberikan pengabdian yang lebih bermakna," ujarnya.
Di akhir amanat, Siti menutup dengan pantun: "Pergi ke taman memetik melati, melati harum di pagi hari. Konstitusi kita jaga sepenuh hati, persatuan bangsa kita rawat sampai nanti."