PANDEGLANG — Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro turun langsung ke Pandeglang untuk memantau operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Rombongan itu sebelumnya tengah meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan speed boat.
Virgandhi mengatakan komunikasi intensif sudah dibangun jajaran pimpinan tinggi ANTARA dengan aparat penegak hukum dan instansi penyelamatan sejak awal kejadian.
Koordinasi dengan Polri, Basarnas, dan TNI AU
Menurut Virgandhi, Direktur Utama ANTARA telah berkomunikasi langsung dengan sejumlah pihak sejak malam sebelum operasi pencarian dimulai. Salah satunya dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.
"Dari awal kemarin Pak Dirut sudah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak. Dengan Pak Kapolda Pak Hengki, beliau sudah berkomunikasi kemarin malam, terus juga dengan Basarnas, dengan TNI AU, dan lain-lain," katanya di Pandeglang, Rabu.
Koordinasi tersebut melibatkan Polda Banten, Basarnas, hingga TNI Angkatan Udara. Tim SAR gabungan masih menyisir lokasi untuk menemukan titik terang keberadaan para jurnalis.
Solidaritas Media Lintas Platform
Virgandhi menyebut sinergi tidak hanya ditunjukkan ANTARA. Sejumlah media lain seperti Merdeka dan iNews turut memantau perkembangan operasi penyelamatan.
"Jadi saya ditugaskan secara langsung oleh Direktur Utama ANTARA untuk memantau proses operasional di lapangan. Kehadiran ini sekaligus merepresentasikan solidaritas antar-media nasional," ujarnya.
Kehadiran jurnalis dari berbagai platform pemberitaan itu, kata dia, untuk mengawal transparansi dan kelancaran proses pencarian.
Keyakinan Korban Ditemukan Selamat
Di tengah operasi yang masih berjalan, ANTARA menyampaikan keyakinan penuh bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan insan pers akan membuahkan hasil positif.
"Dan ini saya rasa menjadi bukti bahwa saat ini kita bersama-sama yakin bahwa teman-teman yang saat ini sedang hilang kontak akan segera ditemukan titik keberadaannya dalam kondisi sediakala," pungkas Virgandhi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan para jurnalis tersebut.