TARAKAN — Kebutuhan daging sapi di Kota Tarakan yang mencapai sekitar 3.000 ekor per tahun bakal mendapat pasokan baru dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kesepakatan bersama antar daerah ditandatangani Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., dan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., di Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (7/9/2026).
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. Kerja sama antar daerah ini lahir dari kebutuhan Tarakan yang selama ini belum sepenuhnya tercukupi oleh peternak lokal.
Bone Dinilai Sentra Sapi Terbesar di Sulawesi
Kabupaten Bone dipilih karena dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Sulawesi. Pemerintah Kota Tarakan menilai daerah tersebut memiliki potensi besar menjadi pemasok yang lebih terjamin dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan sumber pasokan selama ini.
Wali Kota Tarakan menyebut kerja sama ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemkot bersama Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan stok. Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan harga daging sapi di pasaran dan menekan laju inflasi daerah.
Tinjau Langsung Sentra Peternakan Sapi
Usai penandatanganan kesepakatan, Wali Kota Tarakan bersama rombongan langsung meninjau sejumlah sentra peternakan sapi di Kabupaten Bone. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk melihat langsung potensi dan kesiapan pasokan dari para peternak setempat.
Langkah lanjutan dari kesepakatan ini akan difokuskan pada mekanisme distribusi dan jaminan pasokan agar kebutuhan daging sapi di Tarakan dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi salah satu intervensi nyata pemerintah daerah dalam rantai pasok pangan antarprovinsi.