KALIMANTAN UTARA — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gyeonggi, Im Tae-hee, secara resmi mengajukan gagasan pembentukan Biro Perlindungan Hak Guru kepada pemerintah pusat, Senin (12/6). Dalam pernyataannya, Im mengaku mendapatkan inspirasi dari serial Teach You a Lesson yang ramai diperbincangkan di platform Netflix. Drama tersebut mengisahkan seorang guru yang melawan sistem dan membalas perlakuan semena-mena orang tua murid.
Dukungan Guru dan Desakan Regulasi
Federasi Asosiasi Guru Korea Selatan langsung menyatakan dukungannya. Mereka menilai pesan dalam drama itu mencerminkan realitas pahit yang dihadapi tenaga pendidik di lapangan.
"Guru tidak lagi memiliki otoritas di kelas. Mereka menjadi sasaran empuk komplain dan tekanan dari orang tua yang berlebihan," ujar juru bicara federasi dalam rilis resmi. Organisasi ini mendesak agar usulan biro tersebut segera ditindaklanjuti dengan undang-undang yang memberikan perlindungan hukum jelas, termasuk sanksi bagi orang tua yang terbukti melakukan intimidasi.
Kekhawatiran Aktivis Orang Tua dan Pembela Hak Siswa
Di sisi lain, sejumlah aktivis orang tua murid dan kelompok pembela hak siswa menolak keras usulan ini. Mereka khawatir pembentukan biro khusus justru akan menormalisasi kekerasan dalam interaksi sekolah.
"Ini langkah mundur. Alih-alih menyelesaikan masalah, biro ini berpotensi merusak kebersamaan dan komunikasi antara sekolah dan keluarga," kata perwakilan Koalisi Orang Tua untuk Pendidikan Demokratis. Kelompok ini menilai bahwa perlindungan guru harus diimbangi dengan mekanisme pengaduan yang adil bagi siswa, bukan malah menciptakan iklim ketakutan bagi orang tua.
Dinamika Konflik Guru-Orang Tua yang Semakin Tajam
Usulan ini muncul di tengah catatan kelam dunia pendidikan Korea Selatan. Data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan jumlah kasus pelecehan terhadap guru oleh orang tua meningkat 30 persen dalam tiga tahun terakhir. Banyak guru memilih resign atau cuti panjang karena stres berkepanjangan.
Drama Teach You a Lesson sendiri menuai kontroversi sejak penayangan perdananya. Sebagian penonton menganggapnya sebagai alegori yang kuat tentang keadilan, sementara yang lain mengkritiknya karena dianggap mengglorifikasi aksi balas dendam. Terlepas dari pro-kontra, serial tersebut berhasil memicu diskusi nasional tentang posisi guru yang kian rentan di hadapan tekanan sosial.
Pemerintah Provinsi Gyeonggi berencana menggelar dengar pendapat publik bulan depan untuk menjaring masukan dari semua pemangku kepentingan sebelum rancangan peraturan daerah diajukan. Im Tae-hee menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk mengkriminalisasi orang tua, melainkan mengembalikan martabat profesi guru.