KALIMANTAN UTARA — BYD meluncurkan Seagull generasi kedua di Zhengzhou, China, dengan harga mulai 65.900 yuan atau sekitar Rp 177,7 juta. Hatchback listrik yang di Indonesia dijual sebagai Atto 1 ini kini berukuran lebih besar, berkapasitas lima penumpang, dan menawarkan Flash Charging. Harga masuknya justru 4.000 yuan lebih murah dari generasi pertama versi 2026.
Peluncuran Seagull generasi kedua berlangsung pada Selasa (20/10/2026) dan mencakup lima varian dengan rentang harga 65.900 hingga 99.900 yuan. Angka itu setara Rp 177,7 juta sampai Rp 269,3 juta bila dikonversi dengan kurs tengah Bank Indonesia Rp 2.696 per yuan per 21 Oktober 2026. Perhitungan tersebut hanya estimasi, bukan patokan harga jual di pasar Indonesia.
Meski harga masuknya turun, dimensi dan tenaga justru naik. Panjang bodi bertambah 425 mm, sementara output motor listrik melesat dari 55 kW pada generasi sebelumnya menjadi 85 sampai 95 kW.
Lima Varian dan Skema Trade-in
BYD membanderol kelima varian dengan harga panduan resmi pabrikan. Pembeli yang memenuhi syarat bisa memakai skema trade-in dengan potongan 3.000 yuan per varian, sehingga harga bergerak dari 62.900 sampai 96.900 yuan.
Konsumen yang membeli tiga varian teratas untuk pemakaian non-komersial mendapat pengisian daya gratis setahun di stasiun Flash Charging BYD, dihitung sejak tanggal pengiriman. Jadwal pengiriman unit belum diumumkan.
Kabin Naik Kelas, Kursi Jadi Lima
Perubahan paling kentara ada pada ukuran. Seagull baru mendekati BYD Dolphin, dan jumlah kursinya bertambah dari empat menjadi lima. Bagasi depan menampung 94 liter, sedangkan bagasi belakang bisa membesar sampai 1.380 liter ketika sandaran kursi dilipat.
Kabin memakai sistem DiLink 150 dengan layar 15,6 inci yang ditenagai DeepSeek AI versi penuh. Kursi pengemudi bisa disetel elektrik enam arah, kursi penumpang depan empat arah. Keduanya punya pemanas dan ventilasi tiga tingkat, plus fungsi pijat multimode khusus sisi pengemudi.
Fitur lain mencakup pengisi daya nirkabel 50 W, lampu ambien 127 warna, dan audio delapan speaker. Pilihan warna eksterior ada enam, termasuk Lime Green, Berry Pink, dan Ice Coconut Blue. Interior tersedia dalam tiga skema: Shell White, Clear Sky Pink, dan Polar Star Grey.
Flash Charging Jadi Pembeda Utama
Fitur paling menonjol adalah Flash Charging yang diklaim mengisi 60 persen baterai 39,2 kWh dalam lima menit. Hitungan mandiri menghasilkan sekitar 23,5 kWh masuk dalam lima menit, atau daya rata-rata kira-kira 282 kW dengan asumsi kapasitas nominal tanpa rugi-rugi. Varian baterai 30,1 kWh tidak mendukung fitur ini.
Sebagai opsi, tersedia sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 berbasis LiDAR. Sistem ini menghadirkan navigasi otomatis di dalam kota (CNOA) dan jalan cepat (HNOA). Jarak tempuh versi ini memakai standar CLTC.
Penjualan Tertekan, Generasi Baru Jadi Harapan
Peluncuran terjadi saat performa penjualan Seagull sedang menurun. Sepanjang Januari–September 2026, model ini terjual 265.901 unit, turun 33,22 persen dibanding periode sama tahun lalu. Padahal sepanjang 2025, Seagull membukukan 529.537 unit.
Ada sinyal perbaikan. Penjualan September 2026 sebanyak 38.650 unit, naik 11,75 persen secara tahunan. BYD berharap generasi baru mengembalikan posisi Seagull di segmen hatchback listrik kecil, dengan Geely EX2 sebagai pesaing terdekat di China.
Nasib Atto 1 di Indonesia Belum Jelas
Di Indonesia, Seagull dipasarkan dengan nama BYD Atto 1. Per 21 Oktober 2026, daftar harga di situs BYD Indonesia masih memuat generasi saat ini dalam tiga varian: Standard Rp 199 juta, Dynamic Rp 210 juta, dan Premium Long Range Rp 245 juta, semuanya OTR Jakarta per Juni 2026.
Halaman resmi BYD Indonesia belum memuat generasi kedua. Belum ada keterangan soal harga maupun jadwal masuknya ke pasar lokal. Sebagai gambaran, varian Standard Atto 1 di Indonesia memakai standar jarak tempuh NEDC, sedangkan Seagull generasi kedua di China memakai CLTC, sehingga angkanya tidak bisa dibandingkan langsung.