BULUNGAN — Empat personel siaga diterjunkan langsung ke lapangan mengawal rute perarakan salib. Mako Polresta Bulungan menyiapkan penambahan personel bila situasi di lapangan membutuhkan penguatan sewaktu-waktu.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto menyampaikan arahan pengamanan melalui Kasi Humas Aipda Hadi. Menurut Hadi, kehadiran aparat di jalur perarakan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang menjalankan ibadah.
Rute Perarakan dari Bekiliu hingga Poros Trans Kaltara
Perarakan melintasi Jalan Desa Bekiliu, Desa Sekatak Buji, dan berlanjut ke Jalan Poros Trans Kaltara. Pusat kegiatan ibadah berada di Gereja Paroki Santo Carolus Sekatak.
“Personel kami diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengamankan dan mengawal rute perarakan salib yang melintasi Jalan Desa Bekiliu, Desa Sekatak Buji, hingga Jalan Poros Trans Kaltara, dengan pusat kegiatan di Gereja Paroki Santo Carolus Sekatak,” ujar Aipda Hadi.
Pengaturan Arus Lalu Lintas Jadi Fokus Pengamanan
Pengamanan tidak hanya menyangkut kesiapan personel, tetapi juga pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui. Jalan Poros Trans Kaltara dikenal sebagai ruas dengan lalu lintas kendaraan cukup padat, sehingga pengawalan diperlukan agar perarakan tidak memicu kemacetan.
Hadi menyebut tujuan pengamanan mencakup tiga hal sekaligus: ibadah berlangsung khidmat, kegiatan tertib, dan arus lalu lintas tetap aman. Polresta Bulungan menempatkan personel pada titik-titik yang dinilai rawan kepadatan.
Rangkaian Misa Berjalan Tanpa Gangguan Keamanan
Seluruh rangkaian perarakan salib dan ibadah Misa dilaporkan selesai dengan aman dan lancar. Tidak ada gangguan keamanan maupun kemacetan berarti yang tercatat selama kegiatan berlangsung.
Hasil pengamanan itu disebut sebagai wujud pelayanan Polri kepada masyarakat, sejalan dengan motto Polresta Bulungan. Polresta Bulungan menyatakan kesiapan personel tambahan tetap terbuka jika kegiatan serupa membutuhkan pengawalan lebih besar.