BULUNGAN — Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan. Agenda utamanya adalah mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan daerah.
Kunjungan yang turut dihadiri perwakilan DP3APPKB Provinsi Kaltara ini menjadi bagian dari upaya legislatif menjaring masukan dari pemerintah kota sebelum regulasi disahkan.
Strategi Gender di Seluruh Tahap Pembangunan
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsudin Arfah, menyoroti pentingnya penerapan strategi gender yang menyeluruh. Ia menegaskan aspek ini tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi harus berlanjut hingga tahap pelaksanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi.
“Masukan dari daerah menjadi bahan penting dalam penyempurnaan regulasi, sehingga kebijakan yang dihasilkan nantinya dapat benar-benar menjawab kebutuhan perlindungan perempuan dan anak di Kaltara,” jelasnya, Rabu (19/7/2026).
Mekanisme Penanganan Kasus dan Layanan Korban
Selain aspek perencanaan, DPRD mendorong penguatan upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap kelompok rentan. Perhatian khusus juga diarahkan pada peningkatan ketahanan keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak.
Syamsudin Arfah menambahkan bahwa mekanisme penanganan kasus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembahasan. Layanan yang dibahas mencakup pengaduan, pendampingan, rujukan, hingga rehabilitasi bagi korban.
Pengawasan Lingkungan Tumbuh Kembang Anak
DPRD Kaltara turut menekankan perlunya pengawasan di berbagai lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Ruang lingkupnya disebutkan meliputi keluarga, sekolah, lingkungan sosial, ruang digital, hingga ruang publik.
Melalui kunjungan ini, DPRD Kaltara berharap memperoleh bahan pembanding dari pemerintah daerah untuk menyempurnakan Ranperda PUG. Regulasi ini dinilai perlu dibarengi mekanisme perlindungan yang jelas agar pencegahan dan penanganan persoalan perempuan serta anak dapat berjalan lebih terintegrasi.