TANA TIDUNG — Longsor menerjang kawasan Kebun Sayur di Desa Tidung Pala, Kecamatan Sesayap, dan merusak satu rumah warga. Beruntung, penghuni rumah selamat karena sedang mendampingi anak mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Tanjung Selor saat kejadian berlangsung.
Cuaca Tak Menentu Picu Risiko Hidrometeorologi
Vamelia meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan kondisi terkini. Menurutnya, perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi di daerah yang sudah teridentifikasi rawan longsor.
“Harapan saya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk lebih waspada, karena cuaca sekarang tidak menentu dan potensi bencana bisa terjadi kapan saja,” kata Vamelia dalam keterangannya, Senin.
Respons Cepat BPBD dan Penyaluran Bantuan Darurat
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lokasi terdampak memang masuk dalam zona potensi longsor yang memerlukan perhatian bersama. Vamelia mengapresiasi respons cepat BPBD bersama unsur terkait yang segera melakukan penanganan awal.
Tim gabungan langsung membersihkan material longsor dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Proses penanganan itu turut didukung oleh TP PKK dan elemen masyarakat setempat.
Dampak Psikologis Korban Jadi Perhatian
Selain kerusakan fisik, Vamelia menilai dampak psikologis yang dirasakan keluarga korban juga perlu menjadi perhatian serius. Ia menekankan pentingnya pendampingan bagi warga terdampak seiring proses pemulihan pascabencana.
“Secara psikologis tentu berat bagi keluarga terdampak, selain bantuan fisik, pendampingan juga penting,” ujarnya.
Vamelia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau kondisi cuaca dan memperkuat sistem peringatan dini di titik-titik rawan longsor di Kaltara. Ia mengingatkan warga untuk segera melapor ke BPBD jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di area pemukiman.