Pencarian

Cuaca Mendung Bikin Produksi Terhambat, BRI Bantu Mahdiah Kembangkan Dodol Rumput Laut Dorula di Pulau Panggang

Senin, 29 Juni 2026 • 23:54:31 WIB
Cuaca Mendung Bikin Produksi Terhambat, BRI Bantu Mahdiah Kembangkan Dodol Rumput Laut Dorula di Pulau Panggang
Mahdiah mengolah dodol rumput laut Dorula di dapur rumahnya di Pulau Panggang.

KALIMANTAN UTARA — Mahdiah, perempuan 56 tahun asal Pulau Panggang, sudah terbiasa bergulat dengan cuaca. Setiap kali hendak memproduksi dodol rumput laut merek Dorula, ia harus menunggu panas matahari yang cukup. Dalam kondisi cerah, rumput laut hanya perlu dijemur sekitar tiga hari sebelum diolah. Namun, saat langit mendung atau hujan turun, proses pengeringan bisa molor hingga satu minggu.

"(Usaha) masih (berjalan), sih. Kemarin saya produksi," kata Mahdiah saat ditemui di Pulau Panggang, Senin (15/6/2026).

Dari Rumput Laut Mentah Jadi Camilan Bernilai Tambah

Rumput laut yang melimpah di perairan Pulau Panggang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga murah. Mahdiah melihat peluang untuk mengolahnya menjadi dodol yang lebih bernilai ekonomi. Dorula lahir dari dapur rumahnya, diolah dengan resep turun-temurun yang ia padukan dengan inovasi rasa.

Proses produksi memang tidak singkat. Setelah rumput laut kering sempurna, bahan tersebut direbus bersama gula dan tepung ketan hingga mengental. Adonan kemudian dicetak, dipotong, dan dikemas satu per satu. Semua dikerjakan manual oleh Mahdiah dan beberapa tetangga yang ia ajak bekerja.

BRI turun tangan melalui program pendampingan usaha mikro. Perusahaan pelat merah itu tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pelatihan pengemasan dan pemasaran digital. Hasilnya, Dorula kini tidak hanya dijual di sekitar Kepulauan Seribu, tetapi juga mulai merambah Jakarta melalui pesanan daring.

Cuaca Jadi Penentu, Produksi Tak Bisa Dipaksakan

Tantangan terbesar Mahdiah adalah cuaca. Karena tidak memiliki mesin pengering, ia sepenuhnya mengandalkan sinar matahari. Jika musim hujan tiba, produksi otomatis terhenti. Stok barang pun menipis, sementara permintaan dari pelanggan terus mengalir.

"Kalau lagi musim hujan, saya tidak bisa memaksakan. Rumput laut harus benar-benar kering supaya dodolnya awet," jelas Mahdiah.

Pendampingan BRI diharapkan bisa membantu Mahdiah mencari solusi jangka panjang, seperti pengadaan oven pengering sederhana atau kerja sama dengan rumah produksi lain. Dengan begitu, produksi Dorula tidak lagi bergantung pada datangnya matahari.

Usaha Mahdiah menjadi contoh kecil bagaimana potensi laut bisa diangkat tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Di Pulau Panggang yang terletak di utara Jakarta, dodol rumput laut kini menjadi salah satu oleh-oleh khas yang diburu wisatawan.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks