TARAKAN — Secara tahunan, inflasi Kota Tarakan tercatat sebesar 3,08 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini masih berada dalam rentang wajar secara nasional, namun tren kenaikan bulanan patut diwaspadai setelah April lalu harga-harga sempat turun.
Mengapa Tiket Pesawat Melambung Tinggi?
BPS Tarakan menunjuk tarif angkutan udara sebagai pemicu utama inflasi bulan lalu. Bagi warga kota pulau, pesawat bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok untuk bepergian keluar daerah.
Setidaknya ada dua faktor yang mendorong harga tiket terbang tinggi. Pertama, efek musim libur panjang di bulan Mei yang meningkatkan permintaan secara signifikan. Kedua, imbas konflik di Timur Tengah yang membuat harga minyak mentah dunia melonjak, sehingga harga bahan bakar pesawat ikut naik.
Kenaikan Suku Bunga BI dan Dampaknya ke Dompet Warga
Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjaga nilai tukar Rupiah agar tidak semakin melemah terhadap mata uang asing.
Jika Rupiah melemah, harga avtur yang dibeli dengan dolar AS akan semakin mahal. Dampaknya, tiket pesawat ke Tarakan berpotensi melambung lebih tinggi lagi. Dengan kata lain, kenaikan suku bunga ini menjadi semacam rem darurat untuk menahan laju inflasi lebih parah.
Strategi Menghadapi Inflasi di Kota Tarakan
Meski inflasi tahunan 3,08 persen masih tergolong aman, warga tetap perlu cerdas mengatur keuangan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menghindari pembelian tiket pesawat di momen libur panjang atau mendekati hari keberangkatan.
Selain itu, warga bisa mulai mengurangi ketergantungan pada barang yang dikirim melalui jalur udara. Memaksimalkan konsumsi pangan lokal atau barang yang dikirim lewat jalur laut dinilai lebih hemat biaya.
Bagi yang memiliki dana darurat, kenaikan suku bunga ini justru bisa menjadi peluang. Bunga tabungan atau deposito di bank berpotensi ikut naik, sehingga menabung atau membeli Surat Berharga Negara menjadi opsi yang lebih menguntungkan ketimbang belanja barang yang belum mendesak.