KALIMANTAN UTARA — Kemenpora resmi menggandeng Nestlé Indonesia melalui merek MILO dalam sebuah kolaborasi strategis yang bertujuan membudayakan olahraga sejak usia dini. Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di kantor Kemenpora, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. Program ini menyasar anak-anak di sekolah dasar sebagai titik awal pembentukan kebiasaan fisik yang berkelanjutan.
Fokus pada Sekolah Dasar dan Klub Olahraga
Wamenpora Taufik Hidayat menekankan bahwa olahraga memerlukan dasar yang kuat, terutama bagi mereka yang ingin menekuni jalur atlet. Menurutnya, pembudayaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan dan harus dimulai dari jenjang pendidikan paling dasar.
"Kita tahu olahraga nggak ada yang instan. Olahraga harus ada dasar-dasar yang kuat, terutama jika menjadi atlet ya. Jadi dari sekarang untuk olahraga itu kita fokus di sekolah-sekolah dasar, dan klub-klub olahraga," ujar Taufik di sela acara penandatanganan.
Ragam Aktivasi Olahraga di Enam Kota hingga September 2026
Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, memaparkan sejumlah kegiatan yang akan dijalankan. Kolaborasi ini mencakup aspek pembudayaan hingga pengembangan industri olahraga yang ditargetkan menjangkau lebih dari 60 ribu masyarakat.
Melalui Bidang Pembudayaan Olahraga, Kemenpora dan MILO akan menghadirkan sports activation di Car Free Day (CFD) di enam kota sekunder, yakni Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Ciamis, Bandung Barat, dan Salatiga. Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari Juli hingga Oktober 2026.
Selain itu, program MILO School Development Program akan menggelar Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) bersama Kemenpora di sekolah-sekolah yang tersebar di 10 kota. Kedua pihak juga akan berkolaborasi dalam penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 pada 11-13 September 2026.
Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Generasi Sehat
Taufik Hidayat mengakui bahwa upaya membangun budaya olahraga nasional tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Ia menyebut dukungan sektor swasta sebagai elemen krusial dalam memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan fisik.
"Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Kami menyambut baik kolaborasi dengan Nestlé MILO sebagai contoh nyata sinergi yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan olahraga sekaligus mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat, aktif, dan berdaya saing," jelas Taufik.
Sekretaris Kemenpora, Dr. Gunawan Suswantoro, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat program pembudayaan olahraga dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebugaran. "Serta mendukung pengembangan industri olahraga nasional," pungkasnya.