MALINAU — Peraih berbagai prestasi di ajang tilawah tingkat internasional itu menilai keberhasilan Kabupaten Malinau menjadi tuan rumah membuktikan kuatnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat. “Alhamdulillah, MTQ di sini sangat meriah. Yang luar biasa, Malinau dengan latar belakang masyarakat yang tidak mayoritas muslim mampu menggelar acara seperti ini dan menjadi tuan rumah yang sangat baik,” ujar Syamsuri dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Kesan Pertama ke Kaltara: Kerukunan dan Toleransi Jadi Sorotan
Kunjungan perdananya ke Kalimantan Utara meninggalkan kesan mendalam. Syamsuri mengaku kagum dengan kehidupan masyarakat yang rukun dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman. “Ini pertama kali saya ke Kalimantan Utara. Saya melihat kerukunannya luar biasa, toleransinya juga sangat luar biasa,” ungkapnya.
Harapan Lahirkan Generasi Qurani yang Mampu Bersaing Nasional
Di hadapan peserta dan panitia, Syamsuri berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga momentum lahirnya generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat nasional. “Mudah-mudahan ke depan lahir generasi-generasi terbaik, generasi Qurani yang ada di Kabupaten Malinau dan pada umumnya di Provinsi Kalimantan Utara, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup, Bukan Sekadar Lomba
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan momentum MTQ untuk semakin mencintai dan mempelajari Al-Qur’an. Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan MTQ bukan semata-mata melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga membentuk masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Semoga MTQ ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta menghidupkan lingkungan yang Qurani. Yang paling penting bukan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan isi kandungannya,” pungkasnya.