TARAKAN — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar turnamen badminton yang berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Mei 2026. Kejuaraan ini digelar di GOR Naga Emas dan diikuti oleh 125 pasangan dari berbagai kalangan, dengan total hadiah mencapai Rp30 juta.
Tiga Kategori Dipertandingkan, Ganda Putri Khusus Amatir
Dalam turnamen ini, Dispora Kaltara mempertandingkan tiga kategori. Pertama, Open Kaltara ganda campuran atau mix double yang diikuti 22 pasangan. Kedua, ganda putra lokal kategori B prestasi yang menjadi kategori paling padat dengan 72 pasangan peserta. Ketiga, ganda putri amatir yang diikuti 31 pasangan.
Kategori ganda putri amatir sengaja dibuka khusus bagi masyarakat umum yang baru mulai menekuni olahraga badminton. “Yang betul-betul amatir, bukan anak klub atau pembinaan. Kebanyakan ibu-ibu yang baru belajar main,” ujar Ketua Panitia Open Badminton Tournament Dispora Kaltara, Adit, Selasa (19/5/2026).
Kolaborasi dengan Event Organizer untuk Pembinaan Atlet
Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Dispora Kaltara dengan event organizer APIA. Adit menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari program Dispora Kaltara untuk mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga badminton di daerah.
“Tahun ini Dispora berkolaborasi dengan event organizer APIA, karena Dispora ada program cabang olahraga badminton yang dilaksanakan di Tarakan,” ungkapnya.
Target: Lahirkan Atlet Baru dan Jadi Turnamen Nasional
Dispora Kaltara berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial baru di cabang olahraga badminton. Hadiah sebesar Rp30 juta yang diperebutkan diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.
“Harapan kami turnamen ini bisa mencetak juara-juara baru dan menstimulus atlet-atlet muda agar terus berkembang,” tutur Adit.
Ia menambahkan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan skala yang lebih besar. Kejuaraan yang saat ini masih berstatus Open Kaltara ditargetkan berkembang menjadi turnamen tingkat nasional. “Sekarang masih Open Kaltara, semoga ke depan bisa menjadi Open Nasional,” pungkasnya.