Pencarian

Desa Liagu Jadi Titik Awal, Pemprov Kaltara Perkuat Peran Warga Jaga 25.018 Hektare Mangrove Delta Kayan Sembakung

Selasa, 28 Juli 2026 • 18:10:32 WIB
Desa Liagu Jadi Titik Awal, Pemprov Kaltara Perkuat Peran Warga Jaga 25.018 Hektare Mangrove Delta Kayan Sembakung
Masyarakat Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, diajak menjadi garda terdepan dalam pelestarian 25.018 hektare mangrove di Delta Kayan Sembakung.

BULUNGAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga hamparan mangrove di pesisir. Melalui Dinas Kehutanan, mereka mengajak warga Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, untuk menjadi garda terdepan pelestarian ekosistem pesisir yang membentang di Delta Kayan Sembakung.

Ajakan itu dikemas dalam Sosialisasi Forest Programme (FP)-VI bertema “Mendukung Perlindungan dan Pengelolaan Berkelanjutan Ekosistem Mangrove”. Kegiatan ini digelar oleh UPTD KPH Tarakan di Desa Liagu, Selasa (28/7).

Mangrove Bukan Sekadar Pohon, tapi Sumber Penghidupan

Arief Rakhman, yang mewakili Kepala KPH Tarakan, membuka sosialisasi dengan satu pesan tegas: masyarakat pesisir adalah mitra utama. Menurutnya, program pelestarian tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kami hadir untuk memastikan program ini benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Arief dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Forest Programme (FP)-VI merupakan wujud kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman melalui KfW. Program ini dirancang untuk mendukung perlindungan sekaligus pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Artinya, warga tidak hanya diminta menjaga, tetapi juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kawasan tersebut.

Luas 25.018 Hektare, Ekologis dan Ekonomis

Desa Liagu berada di kawasan Delta Kayan Sembakung yang memiliki nilai ekologis sangat penting. Dengan luas sekitar 25.018 hektare, kawasan ini menjadi penyangga kehidupan bagi warga pesisir sekaligus benteng alami dari abrasi.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membangun kesamaan pemahaman. Masyarakat perlu mengetahui manfaat mangrove, memahami aturan pengelolaannya, sekaligus mampu memanfaatkan potensinya secara bijaksana demi kesejahteraan generasi mendatang,” kata Arief.

Kades Liagu: Warga Sudah Lama Menanti Pendampingan

Kepala Desa Liagu, Samsir G., menyambut baik kehadiran tim KPH Tarakan. Ia mengakui bahwa warganya selama ini menggantungkan hidup pada kawasan mangrove, namun belum mendapat pendampingan yang terarah.

“Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh pelaksanaan Forest Programme FP-VI. Sosialisasi ini memberi pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, dan kami siap bersama-sama menjaga kelestarian mangrove untuk masa depan anak cucu,” ujar Samsir.

Bukan Kali Pertama, Sosialisasi Sudah Menjangkau Dua Desa Lain

Kegiatan di Desa Liagu merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Tanjung Buka dan Desa Salimbatu. Pemprov Kaltara berharap, semakin luas jangkauan edukasi, semakin besar kesadaran kolektif warga untuk menjaga mangrove.

Tujuannya jelas: kawasan pesisir di Kaltara tetap lestari, namun tetap mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Bagikan
Sumber: pembawakabar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks