TARAKAN — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan proses harmonisasi desain olahraga daerah masih berlangsung. Nantinya, dokumen ini tidak akan sekadar menjadi arsip formal, melainkan menjadi dasar pelaksanaan seluruh program olahraga di provinsi paling utara Pulau Kalimantan tersebut.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muhammad Husni, mengatakan tahapan saat ini masih berada pada proses sinkronisasi dengan peraturan perundang-undangan lainnya. Pihaknya juga melibatkan Kementerian Hukum dan HAM serta Biro Hukum Pemprov Kaltara untuk memastikan keselarasan aturan.
“Tujuannya agar pengembangan, pembinaan maupun sarana prasarana dan pembiayaan olahraga ke depannya lebih sistematis dan berkelanjutan,” ujar Husni, Senin (18/5/2026).
Apa Saja yang Diatur dalam Desain Olahraga Daerah?
Dokumen ini akan mengatur secara rinci peran masing-masing pihak dalam ekosistem olahraga daerah. Mulai dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, cabang olahraga (cabor), hingga masyarakat umum. Setiap unsur akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam mendukung pembinaan atlet.
“Nanti di sini muncul siapa yang melakukan apa, artinya semua nanti terlibat baik dari KONI, cabor maupun masyarakat olahraga,” papar Husni.
Selain itu, desain ini juga akan menentukan cabang olahraga unggulan yang potensial dikembangkan secara maksimal. Pemilihan cabor unggulan akan diselaraskan dengan program pembinaan jangka panjang pemerintah daerah agar atlet Kaltara mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Proses Pengesahan Masih Panjang, DPRD Jadi Kunci
Setelah harmonisasi selesai, Dispora Kaltara akan melanjutkan pembahasan ke tahap penyempurnaan bersama DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Husni menyebut legislatif memiliki peran krusial, terutama dalam proses pengesahan regulasi tersebut menjadi Peraturan Gubernur (Pergub).
“Tahapan selanjutnya nanti masih ada dengan DPRD untuk penyempurnaannya,” lanjutnya.
Komunikasi dengan komisi yang membidangi olahraga di DPRD terus dilakukan agar seluruh proses berjalan sesuai mekanisme. Dispora menargetkan dokumen ini bisa segera dirampungkan sehingga pembangunan olahraga di Kaltara memiliki arah yang lebih jelas dan terukur.
“Agar kita di Kalimantan Utara mampu bersaing, unggul, sehat, baik secara nasional maupun internasional,” pungkas Husni.