TARAKAN — Euforia Piala Dunia 2026 di Tarakan tidak hanya milik suporter sepak bola. Personel Kodim 0907/Tarakan ikut ambil bagian dalam kegiatan nonton bareng (nobar) semifinal yang digelar di halaman parkir Rumah Jabatan Wali Kota Tarakan, Rabu dini hari. Kehadiran mereka bukan sekadar menonton, melainkan memastikan keamanan dan ketertiban di tengah antusiasme warga.
Sinergi TNI dan Pemkot Tarakan di Tengah Kerumunan Warga
Nobar yang difasilitasi Pemerintah Kota Tarakan bersama RRI Tarakan dan TVRI ini menyedot perhatian warga dari berbagai penjuru kota. Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf. Danan Wisnubrata, menyebut keterlibatan personelnya merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan positif masyarakat.
“Kami dari Kodim 0907/Tarakan sangat mengapresiasi kegiatan nobar ini karena mampu menjadi wadah kebersamaan masyarakat. Selain itu, kami juga hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan,” ujar Dandim dalam keterangannya.
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Dampak Ekonomi untuk UMKM
Kegiatan nobar ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi warga Tarakan. Kehadiran ratusan orang yang memadati lokasi ikut menggerakkan pelaku UMKM di sekitar area parkir Rujab Wali Kota. Pedagang makanan dan minuman ringan kebanjiran pembeli sejak sore hingga pertandingan usai.
Dandim berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga hingga puncak final Piala Dunia 2026. Ia mengimbau masyarakat menikmati pertandingan dengan sportivitas tinggi dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang bisa mengganggu keamanan.
Kodim: Nobar Perkuat Silaturahmi di Tengah Keberagaman
Menurut Letkol Danan, kegiatan seperti nobar menjadi sarana efektif mempererat silaturahmi antarmasyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta tidak terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Dengan dukungan dari TNI, Pemkot, dan lembaga penyiaran publik, nobar semifinal Piala Dunia 2026 di Tarakan diharapkan menjadi model kerukunan dan keguyuban yang bisa direplikasi di momen-momen besar lainnya.