MALINAU — Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Malinau Jakaria usai menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Upacara digelar di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Utara, Senin lalu.
Pendidikan tersebut diikuti 66 calon Bintara Polri dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Lima di antaranya berasal dari Malinau.
Mengapa Penempatan Putra Daerah Dianggap Penting?
Jakaria menilai kehadiran personel yang berasal dari Malinau dapat membantu kepolisian memahami karakter wilayah, kondisi sosial, serta kebutuhan masyarakat setempat. Kedekatan antara aparat dan warga pun diharapkan semakin kuat.
"Kita berharap anak-anak Malinau yang sedang dididik sebagai calon Bintara ini nantinya bisa kembali ditempatkan di Kabupaten Malinau sehingga dapat memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat," ujar Jakaria dalam keterangan resmi Pemkab Malinau.
SPN Malinau Jadi Pusat Pendidikan Bintara Polda Kaltara
Keberadaan SPN Polda Kaltara, Kompi Brigade Mobil (Brimob), dan Polres Malinau membutuhkan dukungan SDM yang mencukupi. Pendidikan di SPN Malinau merupakan agenda Polda Kaltara untuk menyiapkan personel yang akan bertugas di wilayah provinsi tersebut.
Menurut Jakaria, keberlanjutan pendidikan Bintara Polri di SPN Malinau diperlukan untuk memenuhi kebutuhan personel di Kaltara, terutama di Malinau yang memiliki wilayah luas.
Apresiasi di Tengah Efisiensi Anggaran
Wabup Malinau mengapresiasi Polda Kaltara yang tetap membuka kesempatan bagi putra-putri daerah mengikuti pendidikan Bintara Polri. Hal ini dinilai penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah.
"Terima kasih kepada Polda Kalimantan Utara yang tetap merekrut anak-anak daerah, khususnya putra-putri Malinau, untuk mengikuti pendidikan calon Bintara Polri tahun ini," tutup Jakaria.
Keberlanjutan rekrutmen dan penempatan lulusan asal daerah diharapkan memperkuat jumlah personel sekaligus meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat Malinau.