Pencarian

TVS Bahas Investasi Motor Listrik dan Etanol dengan Prabowo di Istana

Jumat, 30 Oktober 2026 • 14:21:01 WIB
TVS Bahas Investasi Motor Listrik dan Etanol dengan Prabowo di Istana
Presiden Prabowo Subianto menerima perwakilan TVS Motor Company di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

KALIMANTAN UTARA — TVS Motor Company membahas rencana perluasan pabrik serta pengembangan kendaraan listrik dan etanol dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pertemuan itu menandai langkah lanjutan pabrikan India tersebut memperluas basis produksinya di Indonesia, yang selama ini jadi salah satu simpul ekspor sepeda motor ke berbagai negara.

Division Head Asean TVS Motor Company Vishal Mehta menyebut pertemuan dengan Presiden Prabowo membahas komitmen perusahaan terhadap pasar Indonesia. Namun, Mehta belum membeberkan rincian teknis hasil pembicaraan tersebut.

"Mungkin saya tidak bisa share banyak di sini. Tapi yang bisa saya ceritakan di sini adalah komitmen TVS untuk negara ini," ujar Vishal Mehta saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pabrik Indonesia Sudah Produksi Motor, Skuter, hingga Roda Tiga

TVS telah menanamkan investasi di Indonesia untuk memproduksi sejumlah jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, skuter, hingga kendaraan roda tiga. Fasilitas produksi lokal itu juga menjadi bagian dari rantai pasok global perusahaan.

Menurut Mehta, ratusan ribu sepeda motor buatan Indonesia telah diekspor ke berbagai negara. Pasar tujuannya mencakup Afrika, Amerika, hingga Asia seperti Filipina dan Vietnam.

"Kita banyak kirim motor ke negara lain, seperti Afrika, Amerika, hingga negara-negara Asia seperti Filipina dan Vietnam," imbuhnya.

Teknologi CNG, EV, dan Bensin Sudah Dikuasai di India

Salah satu fokus pengembangan yang dibahas dalam pertemuan adalah kendaraan roda dua dengan teknologi lebih beragam. Mehta menyatakan TVS sudah memiliki kesiapan teknologi tersebut di India.

"Kita sudah punya teknologi itu di India. Entah itu CNG, EV, bensin, kita bisa membuatnya lebih baik," ujar Vishal.

Meski begitu, implementasi teknologi hijau di Indonesia tetap harus menyesuaikan ekosistem yang ada. Kondisi pasar, tingkat penerimaan konsumen, serta regulasi dan dukungan pemerintah menjadi faktor penentu sebelum teknologi tersebut dipasarkan secara massal.

"Ini harus bertemu dengan kondisi pasar, penerimaan pasar, dan dukungan yang cukup. Ini hal yang harus diperhitungkan. Kalau semuanya sudah ada, kita bisa membuatnya," tutupnya.

Motor Berbasis Etanol Masuk Rencana Pengembangan

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut, menyebut TVS juga berencana mengembangkan sepeda motor berbasis etanol. Rencana itu menjadi bagian dari pengembangan investasi perusahaan di Indonesia.

Rosan menjelaskan pengembangan teknologi tersebut nantinya melibatkan tim pemerintah terkait, termasuk Kementerian Riset dan Teknologi. Dukungan itu mencakup kendaraan listrik maupun kendaraan berbasis etanol.

"Kerja samanya di bidang pengembangan dari motor listrik, motor berbasis etanol, jadi nanti dengan tim dari Menristekdikti juga untuk pengembangan dari listrik berbasis etanol ini," ucap Rosan.

Mehta menambahkan, TVS memiliki pengalaman riset dan pengembangan yang panjang sebagai modal menggarap teknologi baru di pasar Indonesia. "Kita punya legacy yang kuat untuk riset dan pengembangannya," tambah dia.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks