TANJUNG SELOR — Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Kaltara, Sapi'i, menyatakan koordinasi antarperangkat daerah terus diintensifkan menjelang pelaksanaan festival. Persiapan itu menyangkut kesiapan layanan yang akan diberikan kepada pelaku usaha selama kegiatan berlangsung.
Festival yang diinisiasi Kementerian UMKM tersebut digelar di Tarakan. Pemerintah provinsi menempatkan kesiapan perangkat daerah sebagai salah satu perhatian utama agar hasilnya terasa langsung bagi pelaku usaha.
Bukan Sekadar Pameran Produk Lokal
Sapi'i menegaskan, festival diarahkan melampaui fungsi promosi. Produk lokal tetap dipamerkan, tetapi ada layanan lain yang disiapkan berdampingan dengan pameran tersebut.
"Festival ini diarahkan menjadi lebih dari sekadar ajang promosi atau pameran produk lokal," ujar Sapi'i.
Layanan yang dimaksud mencakup pengurusan legalitas usaha hingga pelindungan bagi pelaku UMKM. Semua layanan itu disatukan dalam satu titik pelayanan selama festival.
1.000 Pelaku UMKM Jadi Sasaran Layanan Terintegrasi
Sebanyak 1.000 pelaku UMKM menjadi sasaran utama kegiatan. Pemerintah provinsi ingin memastikan jumlah itu bukan sekadar angka kehadiran, melainkan benar-benar memperoleh manfaat dari layanan yang tersedia.
"Kita ingin 1.000 pelaku UMKM yang hadir benar-benar mendapatkan manfaat, mulai dari kemudahan mengurus legalitas hingga mendapatkan pelindungan usaha melalui layanan yang terintegrasi," katanya.
Keterlibatan seluruh perangkat daerah dinilai penting untuk memastikan layanan tidak terputus di tengah jalan. Setiap perangkat daerah memiliki bagian layanan yang harus siap sejak awal.
Dukungan Program Kesejahteraan Rakyat
Pelaksanaan festival menjadi bagian dari upaya mendukung Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra). Program itu dijalankan dengan semangat Legal, Terlindungi, Berdaya.
Semangat tersebut diterjemahkan ke dalam layanan yang menyentuh tiga hal sekaligus: kepastian legalitas usaha, pelindungan saat berusaha, dan peningkatan daya saing pelaku UMKM Kaltara.
Sapi'i menuturkan, orientasi utama kegiatan adalah menghadirkan kemudahan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Pelaku usaha tidak perlu berpindah-pindah meja untuk menyelesaikan urusan yang berbeda.
Festival dijadwalkan berlangsung di Tarakan pada 11 November 2026. Pemerintah provinsi masih mematangkan persiapan agar seluruh layanan dapat berjalan optimal pada hari pelaksanaan.