TARAKAN — Kaltara Begimpor 2026 kembali digelar dengan tiga kategori jarak perlombaan, yakni 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Kategori 3K diperuntukkan bagi keluarga, sementara 5K dan 10K dibagi ke kelompok pelajar, umum, ASN, hingga master putra dan putri.
Denny Harianto menegaskan bahwa Kaltara Begimpor punya format berbeda dari fun run biasa. Menurutnya, jarak 10K menjadi pembeda utama yang membuka kompetisi bagi pelari umum dan pelajar.
"Bedanya, fun run itu paling maksimal cuma 5 kilo saja. Kalau ini ada kelas 10K-nya untuk terbuka untuk umum, kelas pelajar, kelas nasional, kelas ASN, master, baik putra-putri dan sebagainya," jelas Denny.
Dari HUT Kaltara 2021 ke Agenda Lari Lintas Provinsi
Kaltara Begimpor pertama kali diselenggarakan pada 2021 dalam rangka peringatan HUT Kaltara. Sejak itu, event ini tumbuh dari kegiatan seremonial menjadi ajang yang menarik komunitas lari dari berbagai daerah.
Pemilihan olahraga lari bukan tanpa alasan. Sejak pandemi, aktivitas lari makin populer dan menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Pemprov Kaltara melihat tren itu sebagai peluang mengembangkan olahraga sekaligus pariwisata daerah lewat konsep sport tourism.
Antusiasme tahun ini terlihat dari kehadiran pelari yang berasal dari 22 provinsi dan 67 kabupaten/kota. Jumlah itu menjadikan Kaltara Begimpor salah satu event lari dengan jangkauan peserta terluas di Kalimantan Utara.
Rumah Makan hingga Hotel Ikut Terisi Selama Event
Kedatangan peserta dari luar daerah turut menggerakkan sektor jasa dan perdagangan di Tarakan. Rumah makan, penginapan, hotel, hingga transportasi disebut merasakan peningkatan aktivitas selama penyelenggaraan event.
"Coba dilihat semuanya penuh, mulai rumah makan, tempat penginapan, hotel dan sebagainya, begitu juga transportasi. Itu salah satu dampak hadirnya Kaltara Begimpor," ujar Denny.
Dampak ekonomi itu menjadi salah satu alasan Pemprov Kaltara mempertahankan event ini sebagai agenda tahunan. Denny menyebut semangat Gubernur Kaltara membangun masyarakat yang sehat dengan hidup sehat sangat kuat dan mendukung penuh penyelenggaraan.
Hadiah Rp 40 Juta dan Peluang Buka Kelas Elit Internasional
Untuk kategori pelari elit nasional, hadiah juara pertama mencapai kisaran Rp 40 juta. Penghargaan kategori lainnya diberikan hingga peringkat kelima dengan nominal bervariasi.
Ke depan, Pemprov Kaltara membuka peluang menghadirkan kembali kategori pelari elit internasional. Posisi geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dinilai punya potensi menarik peserta dari luar negeri.
"Ke depannya nanti kita tingkatkanlah, apakah nanti kita buka pelari elit untuk internasional. Dulu kita pernah, tapi ada segala sesuatu alasan, kita hentikan dulu. Apakah nanti ke depannya bisa kita buka lagi kembali untuk pelari elit internasionalnya," ungkap Denny.
Pengembangan event ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta dan kemeriahan perlombaan. Pemprov Kaltara ingin Kaltara Begimpor memperkuat daya tarik daerah sekaligus mendorong warga makin aktif berolahraga.
"Agenda tahunan, pastilah. Semangat Pak Gubernur membangun masyarakatnya yang sehat dengan hidup sehat itu sangat kuat sekali, beliau sangat mendukung," pungkas Denny.