Pencarian

Gubernur Kaltara Perkuat Percepatan Program Perumahan, 3.091 Unit BSPS Dialokasikan untuk 2026

Minggu, 01 November 2026 • 16:46:31 WIB
Gubernur Kaltara Perkuat Percepatan Program Perumahan, 3.091 Unit BSPS Dialokasikan untuk 2026
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang mengikuti rakor percepatan program perumahan bersama Menteri PKP Maruarar Sirait secara daring.

TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI bersama Menteri PKP Maruarar Sirait secara daring. Dalam rakor itu, Pemprov Kaltara menegaskan komitmen mempercepat pelaksanaan program perumahan di wilayahnya. Gubernur didampingi Kepala Satker PKP Kaltara Juan Nugraha.

Alokasi BSPS untuk Kaltara pada 2026 mencapai 3.091 unit. Jumlah itu menandai lompatan besar karena pada 2025 provinsi ini belum mendapatkan alokasi bantuan serupa.

Realisasi BSPS Capai Rp49,86 Miliar

Dana bantuan bedah rumah yang sudah terealisasi di Kaltara mencapai Rp49,86 miliar. Angka itu setara 80,65 persen dari total pagu fisik Rp61,82 miliar. Pemprov Kaltara juga mengalokasikan bantuan bedah rumah melalui APBD Provinsi Kaltara Tahun 2026 di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Hingga kini, 10 unit telah direalisasikan dari skema APBD tersebut.

"Pada 2026, Kaltara mendapatkan alokasi 3.091 unit BSPS. Ini peningkatan yang sangat besar dibandingkan tahun 2025, ketika Kaltara belum mendapatkan alokasi bantuan," jelas Zainal.

Program Lain yang Jadi Perhatian: Kawasan Kumuh hingga FLPP

Selain BSPS, rakor membahas sejumlah program Kementerian PKP yang menjadi perhatian daerah. Cakupannya meliputi penanganan kawasan kumuh, sanitasi, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Kredit Program Perumahan (KPP). Zainal menyambut baik dukungan pemerintah pusat melalui program-program tersebut. Menurutnya, bantuan perumahan penting agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan hunian layak dan terjangkau.

Sertifikat Tanah Gratis, Gubernur Usul Warga Perbatasan Ikut Disasar

Rakor juga membahas rencana program sertifikat tanah gratis melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Program itu direncanakan menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk penerima bantuan bedah rumah yang memenuhi persyaratan. Pemprov Kaltara menyatakan siap mendukung pelaksanaannya melalui perangkat daerah terkait, terutama memperluas sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami siap bekerja sama dengan Satker Perumahan di Kaltara untuk menyebarluaskan informasi mengenai program ini, termasuk melalui baliho dan media informasi lainnya. Dengan begitu, masyarakat yang memenuhi persyaratan bisa mengetahui dan memanfaatkan bantuan yang tersedia," katanya.

Zainal mengusulkan agar sertifikat tanah gratis tidak hanya diberikan kepada penerima BSPS. Ia berharap program itu diperluas ke masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya kawasan perbatasan Kaltara. Pada 2025, Pemprov Kaltara telah menjalankan program bantuan sertifikat tanah gratis bagi masyarakat di wilayah 3T.

"Kalau memungkinkan, kami berharap masyarakat di wilayah perbatasan juga bisa mendapatkan program sertifikat tanah gratis, meskipun bukan penerima bantuan bedah rumah. Kaltara memiliki wilayah 3T yang perlu mendapat perhatian," ujarnya.

Pemprov Kaltara berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui program perumahan tersebut memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Sasaran berikutnya mencakup lingkungan permukiman yang sehat serta kepastian hukum kepemilikan tanah bagi warga.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: berandankrinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks