Pencarian

Fenomena Langit November 2026: Hujan Meteor Taurids hingga Supermoon

Minggu, 01 November 2026 • 11:53:01 WIB
Fenomena Langit November 2026: Hujan Meteor Taurids hingga Supermoon
Hujan meteor Taurids mencapai puncak pada 4-5 November 2026 dan dapat diamati setelah tengah malam dari lokasi minim polusi cahaya.

KALIMANTAN UTARA — Tiga fenomena langit utama bakal menghiasi langit November 2026, yakni hujan meteor Taurids, hujan meteor Leonids, dan Bulan purnama Supermoon. Sebagian besar fenomena tersebut dapat diamati dengan mata telanjang dari lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya. Pengamat astronomi perlu menyiapkan jadwal agar tidak melewatkan puncak masing-masing peristiwa.

Hujan meteor Taurids membuka rangkaian fenomena langit November 2026 dengan puncak yang jatuh pada 4-5 November. Hujan meteor ini sebenarnya sudah berlangsung sejak September hingga Desember setiap tahunnya, dengan intensitas sekitar 5 sampai 10 meteor per jam.

Yang membuat Taurids berbeda dari hujan meteor lain adalah asal materialnya. Taurids berasal dari dua aliran debu terpisah, yaitu butiran debu yang ditinggalkan Asteroid 2004 TG10 dan puing-puing Komet 2P Encke.

Waktu Terbaik Mengamati Hujan Meteor Taurids

Pengamatan Taurids paling ideal dilakukan setelah tengah malam. Meteor akan tampak memancar dari rasi bintang Taurus, meski tidak menutup kemungkinan muncul di bagian langit lain.

Lokasi pengamatan sebaiknya jauh dari lampu kota dan polusi cahaya. Semakin gelap lokasi, semakin banyak meteor yang bisa terlihat.

Fase Bulan Baru 9 November, Momen Ideal untuk Observasi Teleskop

Fase Bulan baru November terjadi pada 9 November pukul 07.03 UTC atau 14.03 WIB. Saat itu Bulan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam.

Kondisi ini menjadikan malam sekitar tanggal tersebut sebagai waktu terbaik untuk pengamatan langit. Tanpa cahaya Bulan, pengamat bisa mengarahkan teleskop ke objek-objek redup seperti galaksi dan gugusan bintang.

Hujan Meteor Leonids Capai Puncak 17-18 November

Hujan meteor Leonids mencapai puncak pada 17-18 November dengan rata-rata hingga 15 meteor per jam. Fenomena ini berlangsung setiap tahun sejak 6 hingga 30 November.

Leonids dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan Komet Tempel-Tuttle, yang pertama kali ditemukan pada 1865. Meteor akan memancar dari rasi bintang Leo, tetapi bisa muncul di bagian langit lainnya.

Setiap 33 tahun sekali, Leonids mengalami puncak siklonik yang membuat ratusan meteor terlihat per jam. Puncak siklonik terakhir terjadi pada 2001, sehingga tahun ini tidak termasuk periode tersebut.

Meski begitu, pengamatan Leonids 2026 tetap menjanjikan. Bulan akan terbenam tak lama setelah tengah malam dan menyisakan langit gelap, membuat meteor terlihat lebih jelas.

Supermoon 24 November Jadi Purnama Kedua dari Tiga pada 2026

Fase Bulan purnama Supermoon terjadi pada 24 November pukul 14.55 UTC atau 21.55 WIB. Fenomena ini merupakan Supermoon kedua dari tiga yang diperkirakan muncul sepanjang 2026.

Saat purnama, Bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari sehingga permukaannya diterangi sepenuhnya. Supermoon terjadi ketika Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, membuatnya tampak sedikit lebih besar dari biasanya.

Suku-suku asli Amerika mengenal Bulan purnama November sebagai Beaver Moon atau Bulan berang-berang. Nama itu merujuk pada waktu terbaik memasang perangkap berang-berang sebelum rawa dan sungai membeku di musim dingin. Bulan ini juga dikenal sebagai Bulan Beku dan Bulan Gelap.

Persiapan Pengamatan

Dari tiga fenomena utama tersebut, Taurids, Leonids, dan Supermoon bisa diamati tanpa alat bantu optik. Pengamat cukup memilih lokasi gelap, memberi waktu sekitar 20-30 menit bagi mata untuk beradaptasi, lalu mengarahkan pandangan ke langit luas.

Fase Bulan baru pada 9 November menjadi kesempatan berbeda. Malam tanpa cahaya Bulan itu lebih cocok untuk pengamatan teleskop terhadap galaksi dan gugusan bintang redup yang biasanya tenggelam oleh terangnya purnama.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks