KALIMANTAN UTARA — Laga di babak gugur Piala Dunia 2026 menyisakan drama yang tak hanya tentang gol-gol indah, tetapi juga keputusan wasit yang dianggap kontroversial. Pertandingan antara Argentina dan Mesir di babak 16 besar menjadi sorotan setelah The Pharaohs harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 3-2, meski sempat unggul dua gol lebih dulu.
Alih-alih ikut memperkeruh suasana, pelatih Spanyol Luis de la Fuente justru memilih jalur diplomatis. Ia enggan berkomentar panjang lebar soal keputusan wasit yang merugikan Mesir tersebut.
Dua Keputusan Kontroversial yang Bikin Mesir Geram
Pertandingan berjalan dramatis. Argentina tertinggal 0-2 lebih dulu, lalu bangkit melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk memastikan tiket ke perempat final. Namun, di balik kemenangan itu, dua momen krusial jadi pusat amarah Mesir.
Pertama, gol Mesir pada menit ke-58 dianulir. Wasit Letexier menilai ada pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, di awal rangkaian serangan. Keputusan ini langsung memicu protes dari kubu Mesir.
Kedua, di akhir laga, Mohamed Salah jatuh di kotak penalti setelah berduel dengan Julian Alvarez. Wasit tak kunjung menunjuk titik putih. Alih-alih mendapat penalti, Mesir justru kebobolan melalui serangan balik cepat yang dituntaskan Enzo Fernandez. Gol ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Hossam Hassan.
De la Fuente: Saya Tak Bisa Berkomentar Banyak
Menanggapi polemik tersebut, Luis de la Fuente memilih bicara hati-hati. Ia sadar bahwa sebagai pelatih tim yang masih berkompetisi di turnamen yang sama, komentarnya bisa menjadi bumerang.
“Saya tidak bisa berkomentar banyak soal keputusan wasit di pertandingan lain. Saya hanya fokus pada tim saya sendiri,” ujar De la Fuente, dikutip dari media Spanyol. Sikap ini diambil untuk menghindari spekulasi atau gesekan dengan federasi sepak bola dunia.
Dampak pada Peta Persaingan Piala Dunia 2026
Kemenangan Argentina membawa mereka melaju ke perempat final, sementara Mesir harus pulang lebih awal dengan rasa kecewa. Protes keras yang dilayangkan Mesir kemungkinan akan ditindaklanjuti oleh FIFA, meski hasil pertandingan sulit diubah.
Bagi Spanyol sendiri, kontroversi ini menjadi pengingat bahwa tekanan wasit di fase gugur sangat tinggi. De la Fuente tampaknya ingin memastikan timnya tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh keputusan-keputusan di luar kendali mereka.