KALIMANTAN UTARA — Nissan menargetkan sebagian besar lini produknya di Amerika Utara memakai powertrain hybrid pada 2030, dengan Rogue e-Power generasi baru jadi pembuka. Rogue Hybrid 2027 dijadwalkan sampai ke diler November mendatang dengan harga mulai USD 37.065, disusul Xterra V-6 hybrid sekitar 2028.
Langkah Nissan ini mengejar ketertinggalan dari Toyota, yang sudah lebih dulu mengalihkan Camry dan RAV4 sepenuhnya ke hybrid. Sepanjang 2026, Nissan hanya punya satu model hybrid di AS, yakni Rogue Plug-in Hybrid yang berperan sebagai penambal sementara sebelum Rogue e-Power generasi anyar datang.
Sistem e-Power sendiri sudah dipakai Nissan di pasar luar negeri selama bertahun-tahun. Rogue generasi berikutnya akan jadi model pertama yang membawanya ke jalanan Amerika Serikat.
Rogue Hybrid Jadi Ujung Tombak, Target 30-40 Persen Penjualan
Nissan memperkirakan varian hybrid akan langsung menyumbang 30 hingga 40 persen dari total penjualan Rogue begitu masuk pasar. Kiriman pertama Rogue 2027 akan datang dari pabrik Kyushu, Jepang.
Mulai 2028, lini produksi Rogue Hybrid bakal ditambahkan di pabrik Smyrna, Tennessee. Langkah ini disebut akan mendorong tingkat produksi lokal Nissan mendekati 80 persen pada 2030, sekaligus mengurangi beban impor dari Jepang.
Xterra V-6 Hybrid dan Deretan Truk Baru
Selain Rogue, Nissan berencana merilis Kicks e-Power hybrid dan jajaran truk bermesin V-6 hybrid di AS. Kemunculan pertama V-6 hybrid kemungkinan besar lewat Xterra 2028, SUV body-on-frame siap off-road yang dirakit di Mississippi.
- 2027 Rogue e-Power — model pertama dengan sistem e-Power di AS, sampai diler November mendatang, harga mulai USD 37.065
- Kicks e-Power hybrid — menyusul setelah Rogue
- Xterra 2028 — SUV body-on-frame, kemungkinan jadi debut V-6 hybrid, dirakit di Mississippi
- Truk V-6 hybrid — jajaran truk baru untuk pasar AS
Kenapa 2030 Jadi Patokan Banyak Pabrikan
Nissan bukan satu-satunya yang memasang target besar di tahun itu. Honda menyebut akan punya 15 model baru pada awal 2030, sementara Stellantis menargetkan 60 kendaraan baru plus 50 penyegaran signifikan.
Pasar hybrid di Amerika Utara memang sedang tumbuh. Toyota sudah menawarkan opsi hybrid di hampir seluruh lini produknya, dan Nissan baru mulai mengejar sekarang. Sebagian besar hybrid yang direncanakan Nissan diperkirakan baru mulai menggelinding pada 2028.
Bagi konsumen Indonesia, rencana ini belum tentu berdampak langsung. Namun arah global Nissan yang kian condong ke hybrid bisa jadi sinyal soal teknologi apa yang nanti masuk ke model-model untuk pasar Asia Tenggara, termasuk kemungkinan e-Power di segmen SUV dan truk ringan.