BULUNGAN — Kepala Sekolah Unggul Garuda Kaltara Adhi Sulandani menyatakan pendaftaran terbuka bagi seluruh siswa Indonesia. Namun, sosialisasi dan penjaringan diprioritaskan di wilayah Bulungan karena sekolah tersebut berdiri di kabupaten itu.
Tim sekolah telah menyambangi enam titik di Kaltara dalam beberapa pekan terakhir. Enam wilayah itu meliputi Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, dan Pulau Sebatik.
Pendampingan Langsung ke Sekolah-Sekolah
Adhi menjelaskan, sosialisasi tidak berhenti pada penyebaran informasi pendaftaran. Tim juga mendampingi siswa yang ingin mengikuti seleksi agar tidak tersandung saat melengkapi persyaratan.
"Kami datang langsung ke sekolah-sekolah dan bertemu dengan para siswa. Selain memberikan penjelasan, kami juga membantu mendampingi proses pendaftaran supaya mereka lebih siap menghadapi tahapan seleksi," kata Adhi, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, kesempatan mendaftar tidak berlangsung lama. Masa pendaftaran tersisa kurang dari dua pekan sejak sosialisasi terakhir dilakukan.
"Kami berharap adik-adik di Kalimantan Utara tidak menunda lagi. Silakan segera melengkapi dan melakukan finalisasi pendaftaran sebelum 13 November, sehingga tidak kehilangan kesempatan untuk mengikuti seleksi," tegasnya.
Lima Tahap Seleksi, Nilai Rata-Rata Minimal 85
Penerimaan peserta didik baru di Sekolah Unggul Garuda melewati lima tahapan. Rangkaiannya: seleksi administrasi, tes akademik, pemeriksaan kesehatan, wawancara, dan penetapan hasil akhir.
Dari sisi akademik, calon siswa wajib memiliki nilai rata-rata minimal 85 untuk Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Nilai dihitung dari semester satu hingga semester empat.
Prestasi nonakademik tetap diperhitungkan. Siswa yang punya sertifikat kejuaraan atau capaian lain dapat melampirkannya sebagai bahan pertimbangan tambahan dalam seleksi.
Penerima PIP dan Bansos Tetap Bisa Mendaftar
Adhi memastikan seleksi tidak menutup pintu bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Peserta yang memegang Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) atau bantuan jaminan sosial lain tetap punya peluang sama selama memenuhi ketentuan.
"Kami juga memberikan kesempatan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Siswa yang memiliki Program Indonesia Pintar (PIP) maupun bantuan jaminan sosial lainnya tetap bisa mendaftar karena ada penilaian tersendiri," pungkasnya.
Dengan pendaftar nasional yang sudah menembus angka ribuan, tim sekolah masih menargetkan tambahan pendaftar dari Kaltara. Sosialisasi lanjutan dijadwalkan menyasar sekolah-sekolah yang belum terjangkau sebelum masa pendaftaran berakhir.