TIDENG PALE — Ajang Tana Tidung Kids Got Talent 2026 mempertemukan anak-anak usia dini dari sejumlah wilayah kabupaten dalam satu panggung di Lapangan RTH Joesoef Abdullah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung menyiapkan kegiatan itu sebagai program unggulan Bunda PAUD, bukan sekadar perlombaan panggung.
Lewat kegiatan tersebut, anak-anak didorong menunjukkan potensi dan bakat yang mereka miliki di depan penonton. Penyelenggara menempatkan keberanian tampil sebagai bagian dari proses belajar, bukan tujuan akhir.
Mengapa Adab Jadi Fondasi Pembentukan Karakter Anak
Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim menyampaikan pesan itu dalam sambutannya di hadapan peserta dan orang tua. Menurutnya, nilai moral, kesopanan, dan etika harus ditanamkan lebih dulu sebelum anak menimba ilmu pengetahuan.
“Adab lebih utama daripada ilmu. Karena itu, penanaman nilai moral, kesopanan, dan etika harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak sejak usia dini,” kata Vamelia.
Pandangan itu menjadi landsasan penyelenggaraan Kids Got Talent di Tana Tidung. Ajang ini dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mengasah kreativitas, serta mengembangkan potensi dan bakat anak sejak usia dini.
Ruang Latihan Keberanian, Bukan Sekadar Unjuk Kemampuan
Vamelia menegaskan, panggung Kids Got Talent bukan hanya tempat anak memperlihatkan kebolehan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan melatih keberanian dan membangun rasa percaya diri di hadapan orang banyak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi dan bakat yang mereka miliki. Jangan takut tampil dan teruslah berani mencoba,” ujarnya.
Pesan itu ditujukan langsung kepada peserta. Anak-anak diminta terus mengembangkan kemampuan diri dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas serta membanggakan.
Peran Orang Tua dan Guru PAUD di Balik Panggung
Penyelenggaraan di Lapangan RTH Joesoef Abdullah melibatkan pendampingan dari lingkungan PAUD di Tana Tidung. Program unggulan Bunda PAUD ini menempatkan guru dan orang tua sebagai pihak yang melanjutkan pembinaan setelah panggung selesai.
Pemkab Tana Tidung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan kegiatan semacam ini berlanjut sebagai bagian dari pembinaan anak usia dini di tingkat kabupaten.
Bagi warga Tideng Pale dan sekitarnya, ajang ini menjadi agenda tahunan yang mempertemukan anak-anak PAUD dengan panggung publik pertamanya. Bekal yang diharapkan terbawa pulang bukan trofi, melainkan keberanian untuk tampil lagi di kesempatan berikutnya.