Pencarian

Ketua APKASINDO Kaltara Bawa Aspirasi Petani Sawit 4 Kabupaten ke Rakernas Jakarta, dari Harga TBS hingga Legalitas Lahan

Jumat, 30 Oktober 2026 • 11:46:01 WIB
Ketua APKASINDO Kaltara Bawa Aspirasi Petani Sawit 4 Kabupaten ke Rakernas Jakarta, dari Harga TBS hingga Legalitas Lahan
Ketua APKASINDO Kaltara membawa aspirasi petani sawit dari empat kabupaten ke Rakernas APKASINDO 2026 di Jakarta.

JAKARTA — Delegasi Kalimantan Utara hadir bersama perwakilan petani dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Tana Tidung, dan Nunukan. Rakernas APKASINDO 2026 dirangkaikan dengan Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III.

Khoiruddin menyebut persoalan pekebun di daerah tidak cukup diselesaikan di tingkat kabupaten atau provinsi. Menurutnya, petani sawit butuh posisi tawar yang jelas di hadapan pembuat kebijakan pusat.

"Petani sawit harus memiliki suara dan posisi tawar. Aspirasi dari daerah, termasuk Kalimantan Utara, harus dibawa dan diperjuangkan di tingkat nasional," ujar Khoiruddin, Jumat (30/10/26).

Lima Agenda yang Diperjuangkan dalam Resolusi Petani Sawit 2026-2027

Rakernas dan PENAS III menghasilkan lima agenda strategis yang masuk penyusunan Resolusi Petani Sawit Indonesia 2026-2027. Kelima poin itu menjadi pijakan perjuangan organisasi dalam setahun ke depan.

  • Perlindungan harga TBS dan pembenahan tata niaga kelapa sawit
  • Kepastian hukum serta perlindungan legalitas lahan perkebunan rakyat
  • Percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)
  • Penguatan koperasi petani
  • Pengembangan kemitraan petani, koperasi, dan PT Agrinas Palma Nusantara

Khoiruddin berharap kelima agenda itu tidak berhenti sebagai rumusan forum. Dia mendorong pemerintah menindaklanjutinya lewat kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan perkebunan rakyat.

Empat Kabupaten Kirim Perwakilan, Solidaritas Petani Kaltara Jadi Sorotan

Kehadiran wakil dari Bulungan, Malinau, Tana Tidung, dan Nunukan dinilai Khoiruddin sebagai momentum memperkuat solidaritas pekebun se-Kaltara. Tantangan perkebunan rakyat, katanya, butuh kerja bersama banyak pihak.

Petani, organisasi, koperasi, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan perusahaan perkebunan disebutnya harus bergerak pada arah yang sama. APKASINDO Kaltara pun berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani dan penguatan kelembagaan ekonomi perkebunan.

Khoiruddin juga menyoroti soal hilirisasi. Potensi sawit Kaltara, menurutnya, jangan berhenti pada produksi bahan baku.

Hilirisasi dan Kesejahteraan Keluarga Petani

Pengembangan hilirisasi dinilai perlu didorong agar memberi nilai tambah dan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat Kaltara. Khoiruddin menegaskan perjuangan petani menyangkut hal yang lebih luas dari sekadar hasil panen.

"Perjuangan petani sawit bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga menyangkut kepastian usaha, perlindungan, dan kesejahteraan keluarga petani. Kami ingin suara petani Kaltara benar-benar diperjuangkan," tegasnya.

Forum nasional itu dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan sektor perkebunan serta koperasi. Hadir Kepala Bappenas, Menteri Koperasi, Menteri Pertanian, perwakilan PT Agrinas Palma Nusantara, BPBN, dan Pembina APKASINDO Dr. Moeldoko.

Bagi Khoiruddin, kehadiran para pejabat itu membuka jalur komunikasi langsung. Aspirasi petani dari empat kabupaten di Kaltara diharapkan masuk dalam arah kebijakan pemerintah ke depan.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltaraaktual.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks