KALIMANTAN UTARA — Perum Bulog Kanwil Jambi mengalokasikan 1.206 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung untuk peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah di Provinsi Jambi. Alokasi ini dipatok agar peternak bisa membeli bahan baku pakan di harga Rp5.000 per kilogram dan menekan biaya produksi.
Perum Bulog Kanwil Jambi menetapkan alokasi 1.206 ton jagung SPHP bagi peternak unggas di Provinsi Jambi. Penyaluran dilakukan lewat asosiasi dan koperasi peternak yang sudah ditetapkan sebagai penerima, bukan langsung ke perorangan. Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jambi Wiwin Indratno menyebut percepatan penyaluran jadi kunci agar manfaat program cepat sampai ke peternak sasaran.
Rincian Alokasi per Kantor Cabang
Dari total 1.206 ton, sebanyak 987 ton dialokasikan melalui Kanwil Jambi, 2 ton lewat Kantor Cabang Merangin, dan 216 ton melalui Kantor Cabang Sungai Penuh. Pembagian mengikuti alokasi penerima yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Di Provinsi Jambi, ada enam asosiasi atau koperasi peternak yang mendapat jatah jagung SPHP untuk memenuhi kebutuhan anggota. Jagung diambil di gudang Bulog terdekat sesuai kuota masing-masing penerima.
Harga Rp5.000 per Kilogram
Peternak anggota koperasi bisa membeli jagung di harga Rp5.000 per kilogram. Koperasi lalu menyalurkan jagung ke peternak untuk kebutuhan bahan baku pakan dalam kegiatan usaha ternak unggas.
"Program ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung untuk pakan, sekaligus membantu peternak memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau guna mendukung keberlangsungan usaha peternakan," kata Wiwin melalui keterangan di Kota Jambi, Minggu.
Mekanisme lewat asosiasi dipilih supaya penyaluran terarah dan tepat sasaran. Bulog juga ingin memastikan peternak bisa menjaga efisiensi biaya produksi dan kesinambungan usaha di tengah fluktuasi harga pakan.
Bulog Juga Serap Jagung Petani Lokal
Selain menyalurkan, Bulog Jambi menyerap jagung pipil kering (JPK) dari petani lokal untuk memperkuat cadangan jagung pemerintah (CJP). Penyerapan mengacu standar kualitas yang ditetapkan agar jagung yang dibeli memenuhi syarat mutu.
Langkah ini membuka akses penyerapan hasil panen bagi petani lokal sesuai ketentuan berlaku. Dari sisi hulu, petani dapat kepastian pasar; dari sisi hilir, peternak mendapat pasokan pakan dengan harga program.
Jaga Pasokan Jelang Natal dan Tahun Baru
Bulog Jambi memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan. Wiwin menyebut upaya ini juga bagian dari kesiapan menjaga ketersediaan pangan menjelang periode Natal dan tahun baru.
"Upaya ini juga menjadi bagian dari kesiapan menjaga ketersediaan pangan menjelang periode natal dan tahun baru, melalui sinergi antara pemerintah, Bulog, petani, peternak, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Bagi peternak unggas skala kecil di Jambi, kepastian harga jagung Rp5.000 per kilogram jadi penopang utama karena pakan menyerap porsi terbesar biaya produksi. Program SPHP Jagung dan penguatan CJP menjadi dua sisi yang saling menopang: menyerap panen petani sekaligus menjaga pasokan pakan peternak.