TANGERANG — Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala menghadiri pembukaan TEI 2026 pada Rabu (14/10), didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara Edy Suharto. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltara memperluas pasar produk lokal.
Menurut Wagub Ingkong, produk UMKM Kaltara mulai dari kerajinan tangan hingga hasil perikanan memiliki peluang menembus pasar global. Pemprov Kaltara akan mendampingi pelaku usaha agar kualitas produk terjaga dan daya saing meningkat.
"Produk unggulan Kaltara harus bisa menembus pasar internasional. Kami akan terus mendampingi UMKM untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas produk dan membuka akses ke pasar yang lebih luas dengan pemerintah pusat," kata Ingkong.
16.885 Pembeli Terdaftar, 8.092 di Antaranya dari Luar Negeri
TEI 2026 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mewakili Presiden Prabowo Subianto. Pameran berlangsung hingga 18 Oktober 2026.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan sebanyak 168 nota kesepahaman atau MoU antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara direncanakan dalam TEI tahun ini. Nilainya mencapai 13,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp236 triliun.
"MoU ini dapat terjadi karena sejak dari awal pelaksanaan TEI para ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) dan Atdag (Atase Perdagangan) di luar negeri terus melakukan penjajakan dengan buyer potensial," ujarnya.
Target Transaksi Rp313 Triliun dan 30.000 Pengunjung
Target total transaksi TEI 2026 ditetapkan 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp313 triliun. Pameran diikuti 1.873 peserta dengan target kunjungan 30.000 orang.
Pada pembukaan tercatat 16.885 pembeli telah mendaftar, termasuk 8.092 pembeli dari luar negeri yang berasal dari 134 negara. Berbagai produk ditampilkan, mulai makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen, kerajinan, furnitur, hingga dekorasi rumah dan kawasan industri.
Stan Kaltara Jadi Etalase Produk Lokal
Dalam kesempatan itu, Ingkong meninjau stan produk Kaltara serta sejumlah stan peserta lain. Keikutsertaan pada TEI diharapkan memperluas promosi produk lokal, meningkatkan nilai tambah komoditas daerah, dan membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM Kaltara.
Budi Santoso berharap target transaksi tersebut mendorong peningkatan ekspor nasional, memperluas akses pasar internasional, serta memperkuat daya saing produk Indonesia.