KALIMANTAN UTARA — PT Pertamina (Persero) mengoperasikan SPBU di Denpasar dan Badung selama 24 jam penuh mulai Selasa (13/10/2026) untuk mengurai antrean BBM yang menumpuk dalam beberapa hari terakhir. Kebijakan ini menyusul percepatan distribusi dari Depo Manggis dan Sanggaran yang juga dibuka nonstop, serta penambahan 15 mobil tangki menjadi total 105 unit. Gianyar dan Tabanan menyusul dalam satu hingga dua hari ke depan.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan kebijakan itu langsung dari Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026). Menurut dia, pembukaan layanan 24 jam merupakan respons cepat atas dinamika distribusi BBM di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir.
Pertamina tidak hanya memperpanjang jam operasional SPBU. Perusahaan pelat merah itu memperkuat koordinasi dengan Hiswana Migas untuk menambah tenaga operator di lapangan, dengan pengaturan shift yang terukur agar pekerja tidak kelelahan dan standar kerja tetap terjaga.
Denpasar dan Badung Jadi Prioritas Utama
Gubernur Bali Wayan Koster merinci, Denpasar memiliki 54 SPBU dan Kabupaten Badung 38 SPBU. Kedua wilayah itu menjadi prioritas utama penanganan karena tingkat kebutuhannya paling tinggi dibanding kabupaten lain di Bali.
Pemprov Bali bersama Pertamina berkomitmen mengelola persoalan distribusi ini secara terpadu. Koster menegaskan tidak boleh ada sikap saling lempar tanggung jawab antarinstansi dalam penanganannya.
Stok Pertalite dan Pertamax Aman Dua Pekan
Koster memastikan ketersediaan Pertalite dan Pertamax di Bali aman hingga dua minggu ke depan berdasarkan skema pengiriman yang disampaikan Pertamina.
"Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," kata Koster.
Pemerintah provinsi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak datang bersamaan ke SPBU. Warga Denpasar dan Badung diminta menunda pengisian jika tangki kendaraan masih terisi, guna menghindari penumpukan kendaraan di jalan raya.
Depo Nonstop dan Pengawalan Polisi
Dari sisi rantai pasok, Depo Manggis dan Sanggaran dioperasikan 24 jam penuh agar aliran BBM dari hulu ke hilir tidak tersendat. Armada mobil tangki yang biasanya 90 unit ditambah 15 unit, sehingga totalnya menjadi 105 armada.
Percepatan distribusi di jalan raya didukung Polda Bali melalui pengawalan mobil tangki menggunakan kendaraan patroli. Pertamina juga menyiapkan langkah kontinjensi dengan meminta bantuan TNI dan Polri jika sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai operator dalam situasi tertentu.
"Kami akan terus memonitor sampai situasi ini berjalan normal, dan kami tentunya berharap bisa secepatnya ketika mulai malam ini 24 jam, distribusi kita percepat," ujar Simon.
Langkah ini menempatkan Bali sebagai wilayah dengan pengawasan distribusi BBM paling ketat saat ini. Bagi warga dan pelaku usaha pariwisata di Denpasar serta Badung, kepastian pasokan dua pekan ke depan menjadi penanda bahwa persoalan antrean tidak berlanjut ke gangguan aktivitas ekonomi yang lebih luas.