KALIMANTAN UTARA — PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menandatangani kerja sama pengembangan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun. Kerja sama itu dituangkan lewat MoU antara anak usaha BIKE, PT Ratu Karya, dan Perumda Pasar Jaya pada 17 September 2026.
Direktur Utama BIKE Eric Kusuma menyatakan proyek pembangunan dan pengembangan kawasan Pasar Minggu akan menyerap investasi besar. Nilai itu disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi BEI.
"Perjanjian Pelaksanaan Pembangunan Pasar Minggu Wilayah Jakarta Selatan diperkirakan menyerap nilai investasi senilai Rp1 triliun," ujar Eric dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (18/9/2026).
Fasilitas yang Akan Dibangun di Kawasan Pasar Minggu
Kawasan Pasar Minggu rencananya dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Pembangunan menyasar pedagang kecil hingga kebutuhan hunian dan komersial di kawasan tersebut.
- Kios dan los bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
- Rumah susun
- Rumah sakit
- Gedung perkantoran
- Pusat perbelanjaan
- Food court
Posisi BIKE dan Anak Usaha dalam Proyek
BIKE menjalankan kerja sama ini melalui PT Ratu Karya, entitas anak usaha yang menandatangani MoU dengan Perumda Pasar Jaya. Perumda Pasar Jaya merupakan badan usaha milik daerah DKI Jakarta yang mengelola pasar rakyat di ibu kota.
MoU tersebut diteken pada 17 September 2026. Penandatanganan itu menjadi dasar pelaksanaan pembangunan Pasar Minggu di wilayah Jakarta Selatan.
Arti Nilai Rp1 Triliun bagi Perseroan
Angka Rp1 triliun menempatkan proyek Pasar Minggu sebagai salah satu komitmen investasi yang material bagi BIKE. Perseroan menyampaikan rencana ini lewat jalur keterbukaan informasi, sesuai kewajiban emiten di BEI.
Investor dapat mencermati kelanjutan kerja sama ini, terutama terkait perjanjian pelaksanaan yang lebih mengikat setelah tahap MoU. Skema pendanaan dan jadwal konstruksi belum dirinci dalam keterbukaan informasi tersebut.
Kontek Pasar Rakyat dan Pengembangan Kawasan
Pasar Minggu termasuk pasar rakyat yang dikelola Perumda Pasar Jaya. Pengembangan kawasan ini menggabungkan fungsi perdagangan rakyat dengan fasilitas hunian, kesehatan, perkantoran, dan komersial.
Pendekatan itu sejalan dengan pola pembangunan kawasan berorientasi transit dan mixed-use di Jakarta Selatan. Kawasan Pasar Minggu memiliki posisi strategis karena dilalui jalur transportasi publik dan padat aktivitas ekonomi harian.
Bagi pelaku UMKM, ketersediaan kios dan los menjadi bagian penting dari rencana ini. Keberadaan food court dan pusat perbelanjaan juga berpotensi menambah arus kunjungan ke kawasan tersebut.