KALIMANTAN UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,43% ke level 6.121,70 pada perdagangan Selasa (29/9), tertekan net sell asing Rp777,18 miliar di seluruh pasar. Di tengah koreksi itu, tiga emiten merilis aksi korporasi berbeda: GEMS membukukan laba USD219,96 juta, SEMA mengantongi kontrak panel listrik pusat data, dan VKTR menyiapkan rights issue Rp3 triliun.
Bursa saham Indonesia menutup perdagangan di zona merah. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, tujuh sektor melemah dengan sektor Technology terkoreksi paling dalam 3,37%. Sektor Consumer Cyclical menjadi satu-satunya penguat berarti dengan kenaikan 0,70%.
Tekanan terbesar terhadap indeks datang dari GOTO yang turun 13,95% dan menyumbang -11,00 poin. Pelaku pasar juga masih mencermati rencana pemberlakuan kebijakan short selling yang akan dimulai 1 Oktober.
Di pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp536,70 miliar. Jika dihitung di seluruh pasar, net sell asing menembus Rp777,18 miliar.
GEMS: Laba Semester I-2026 Melonjak 45% jadi USD219,96 Juta
PT Golden Energy Mines Tbk mencatatkan pendapatan USD1,50 miliar pada semester I-2026, naik 30,66% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,14 miliar. Laba bersih perseroan melesat 45,03% secara tahunan menjadi USD219,96 juta, dari sebelumnya USD151,67 juta.
Bisnis pertambangan batu bara tetap menjadi penopang utama. Penjualan segmen tersebut tumbuh 31,08% secara tahunan, dengan pasar ekspor menyumbang USD884,85 juta dan pasar domestik USD610,43 juta.
Efisiensi biaya turut mengangkat profitabilitas. Beban usaha hanya naik 6,66%, sementara beban umum dan administrasi berhasil ditekan 10,16%. Alhasil, laba usaha GEMS naik 49,39% menjadi USD298,64 juta.
Meski begitu, kinerja tersebut masih terdampak rugi selisih kurs sebesar USD6,43 juta.
SEMA Kantongi Kontrak Panel Listrik untuk Pusat Data BDx
PT Semacom Integrated Tbk memperoleh kontrak baru pengadaan panel listrik untuk proyek pusat data CGK5 dan CGK7 milik BDx Data Centers. Kontrak ditandatangani pada 25 September 2026, dan dalam keterbukaan informasinya disebut tidak memiliki hubungan afiliasi antara SEMA dan pemberi kerja.
Perolehan kontrak menandai langkah SEMA memperluas bisnis dari manufaktur panel listrik ke rantai pasok infrastruktur pusat data. Perseroan juga tengah mengembangkan bisnis di sektor energi dan infrastruktur digital.
Salah satu proyek dalam kontrak tersebut adalah CGK5 di Karawang, yang dikembangkan sebagai hyperscale campus dengan kapasitas 290 MW IT load secara bertahap. Pasokan listrik dari PLN sebesar 385 MVA telah diamankan untuk mendukung fasilitas itu.
Pengembangan bertahap membuat kebutuhan infrastruktur kelistrikan akan mengikuti penambahan kapasitas pusat data. Kondisi ini membuka potensi kebutuhan lanjutan untuk panel listrik maupun switchgear seiring berjalannya pembangunan.
VKTR Rights Issue Rp3 Triliun, BNBR Alihkan Hak ke Bakrie Capital
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I. Perseroan akan menerbitkan maksimal 15 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham, menargetkan dana hingga Rp3 triliun.
Sebanyak 66,86% dana bersih hasil rights issue akan disetorkan sebagai modal kepada Sarana Ekomobilitas Indonesia. Dana itu mendukung pembelian kendaraan listrik dari VKTR untuk periode 2026-2027. Sisanya dipakai sebagai modal kerja, termasuk pengadaan persediaan bus, truk, transporter, dan forklift listrik.
VKTR menetapkan rasio HMETD 35:12. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi maksimal 25,53%.
Dalam aksi ini, Bakrie & Brothers tidak akan melaksanakan HMETD. BNBR mengalihkan seluruh haknya sebanyak 3,66 miliar saham senilai Rp732,13 miliar kepada Bakrie Capital Indonesia. BCI bersama Biofuel Indo Sumatra kemudian bertindak sebagai pembeli siaga.
Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 12-23 Oktober 2026.
Sentimen Global dan Rekomendasi Analis
Bursa saham Amerika Serikat juga ditutup negatif. Dow Jones turun 0,26% ke 51.349, S&P 500 melemah 0,17% ke 7.670, dan Nasdaq turun tipis 0,09% ke 26.797. ETF EIDO turun 0,30% dan indeks MSCI Indonesia melemah 0,20%.
Sejumlah sekuritas merilis rekomendasi untuk saham-saham yang menjadi sorotan. VKTR direkomendasikan buy pada 815-825 dengan target price 840-850 dan stop loss 770. UNTR buy 25.075-25.125, target 25.375-25.750, stop loss 24.050.
Bagi investor, kombinasi net sell asing yang masih berlanjut dan rencana kebijakan short selling per 1 Oktober menjadi dua faktor yang perlu dicermati dalam menyusun posisi pekan ini.