Pencarian

Hands-on iPhone Duo oleh Dave2D: Engsel Rapi, Layar Matte, Bobot Jadi

Minggu, 13 September 2026 • 16:50:31 WIB
Hands-on iPhone Duo oleh Dave2D: Engsel Rapi, Layar Matte, Bobot Jadi
Reviewer Dave2D memegang unit iPhone Duo dalam sesi hands-on resmi Apple.

KALIMANTAN UTARA — Dave Lee, yang dikenal lewat kanal Dave2D, termasuk reviewer teknologi paling berpengaruh saat ini. Begitu sesi hands-on Apple selesai, dia langsung memegang iPhone Duo di area demo resmi Apple. Video hands-on-nya jadi salah satu yang paling ditunggu pekan ini karena dia masuk dengan ekspektasi rendah, lalu keluar dengan kesan yang berubah total.

Alasan ekspektasi rendahnya masuk akal. Ponsel foldable sudah beredar sejak 2019, dan Apple baru masuk sekarang, tertinggal dari Samsung, Huawei, maupun OPPO. Menurut Dave2D, itu justru pola khas Apple: menunggu sampai yakin bisa memberi pengalaman yang terasa Apple, baru merilis produk.

Kesan Pertama Berbalik dalam 10 Detik

Dave2D mengaku setelah sekitar 10 detik memegang iPhone Duo, pikirannya langsung berubah. Menurutnya, komunitas tech selama ini terlalu toleran terhadap pengalaman foldable yang pas-pasan bertahun-tahun.

Banyak elemen di iPhone Duo sebenarnya sudah pernah dilakukan Google atau Samsung, kadang bertahun-tahun lalu. Tapi ada sentuhan polish yang bikin pengalamannya terasa lebih matang. Itu yang dia sebut sebagai pembeda utama.

Bobot Lebih Berat dari Perkiraan

Dari sisi bobot, Dave2D justru agak kecewa. Dengan rangka titanium, iPhone Duo terasa lebih berat dari yang dia harapkan, terutama karena foldable modern belakangan ini semakin ringan.

Meski begitu, dia menegaskan perangkat ini tetap nyaman masuk kantong celana. Tidak terasa tebal atau canggung, hanya sedikit lebih berat dibanding foldable paling ringan yang pernah dia pegang.

Animasi Pembuka Bikin Layar Depan Terasa Seperti Kaca

Hal pertama yang menarik perhatian Dave2D saat membuka perangkat adalah animasi di layar depan. Saat dibuka, layar itu sempat terlihat seperti lempengan kaca tembus pandang, dengan efek refraksi dan distorsi yang berubah tergantung sudut layar.

Dia menyebut ini detail kecil yang sebenarnya sederhana, tapi hampir tidak ada kompetitor yang repot mengerjakannya selama tujuh tahun terakhir. Layar depan berukuran 5,4 inci Super Retina XDR, dengan kecerahan yang menurutnya sudah oke di ruang demo.

Tanpa Face ID, Cuma Touch ID di Samping

Salah satu yang langsung terlihat: iPhone Duo tidak punya Face ID. Dave2D menduga ini karena kamera biometrik wajah terlalu besar untuk masuk ke form factor setipis ini.

Sebagai gantinya ada Touch ID di sisi kanan, bisa ditekan dengan ibu jari kanan atau telunjuk dan jari tengah kiri buat pengguna kidal. Menurutnya, desain perangkat ini memang lebih dioptimalkan untuk pengguna tangan kanan.

Layar Dalam 7,6 Inci dengan Lapisan Nanotexture ala MacBook

Layar utama di bagian dalam berukuran 7,6 inci, dengan rasio yang menurut Dave2D nyaman buat menonton konten. Sudut pandangnya juga bagus dari berbagai arah.

Yang paling mencolok adalah finishing matte, memakai teknologi serupa nanotexture di MacBook. Saat disentuh, Dave2D merasa permukaannya justru lebih halus dan licin dibanding nano-texture di MacBook.

Konsekuensinya, warna terasa sedikit kurang pop dibanding panel OLED glossy biasa karena efek difusi cahaya dari lapisan matte. Dia juga sempat khawatir soal kebersihan, karena lapisan nanotexture di MacBook terkenal sulit dibersihkan dan gampang menyimpan minyak dari jari. Ini yang menurutnya perlu dipantau lagi dalam pemakaian jangka panjang.

Lipatan Nyaris Tak Terlihat

Soal crease, Dave2D bilang ini pengalaman foldable paling mendekati tanpa lipatan yang pernah dia coba. Lipatannya masih bisa dirasakan lewat jari, dan kadang terlihat kalau layar dimiringkan ke sudut tertentu.

Tapi secara visual nyaris tidak kelihatan. Dia menduga lapisan matte ikut menyembunyikan ketidaksempurnaan visual di area lipatan, jadi hasil akhirnya terlihat jauh lebih rapi dibanding foldable lain yang pernah dia coba.

Kamera Selfie di Bawah Layar

Layar besar bagian dalam punya kamera selfie yang ditanam di bawah panel, dan ini kamera under-display pertama yang dipakai Apple. Dari yang sempat dilihat Dave2D, hasil gambarnya terlihat cukup layak meski dia belum sempat menguji mendalam.

Saat layar aktif, kamera ini tersembunyi dengan cukup baik. Catatan ini menarik karena beberapa bulan lalu ada kritik dari tester awal prototipe yang jauh lebih pesimistis soal kualitas kamera perangkat ini.

Yang Masih Perlu Diuji Lebih Lanjut

  • Durabilitas engsel dan lipatan setelah pemakaian ribuan kali buka-tutup
  • Ketahanan lapisan nanotexture terhadap minyak jari dan goresan harian
  • Kualitas kamera under-display di kondisi cahaya rendah
  • Ketahanan baterai untuk layar 7,6 inci dengan beban kerja berat
  • Harga 1.999 dolar AS (sekitar Rp 32 juta) — posisi premium yang harus dibuktikan dengan pengalaman harian, bukan cuma kesan hands-on

Verdict final belum bisa diberikan dari sesi hands-on singkat. Yang jelas, Dave2D keluar dari demo Apple dengan kesan yang jauh lebih positif dari perkiraannya sendiri, meski bobot dan kebersihan layar matte jadi dua catatan yang perlu dibuktikan dalam pengujian jangka panjang.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pasqualepillitteri.it

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks