BALIKPAPAN — Pengakuan atas kualitas layanan kesehatan di Tarakan kembali mencuat di tingkat regional. Kali ini, kota di ujung utara Kalimantan Timur itu dinobatkan sebagai yang terbaik kedua di antara kota se-Kalimantan dalam ajang yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut.
Penghargaan diserahkan dalam acara yang dihadiri Menteri Dalam Negeri serta para kepala daerah dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan. Kehadiran Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, menjadi representasi langsung dari keseriusan pemerintah kota dalam membenahi sektor kesehatan.
Kategori Penilaian: Bukan Hanya Soal Rumah Sakit
Dalam ajang tersebut, penilaian tidak hanya berfokus pada satu aspek. Ada beberapa kategori yang menjadi ukuran, mulai dari Program 3 Juta Rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI, akses pendidikan, hingga akses dan kualitas layanan kesehatan.
Kategori yang berhasil dimenangkan Tarakan ini menegaskan bahwa akses warga terhadap fasilitas kesehatan dan mutu layanan yang diberikan dinilai mumpuni dibandingkan kota-kota lain di regional Kalimantan.
Penghargaan Ini Jadi Motivasi atau Sekadar Seremoni?
Bagi pemerintah daerah, apresiasi semacam ini kerap dianggap sebagai akhir dari sebuah proses. Namun, dalam konteks Tarakan, penghargaan ini justru disebut sebagai pemicu untuk terus berbenah.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” demikian pernyataan yang diterima dari Bagian Prokopim Setda Tarakan. Kalimat itu menegaskan bahwa keberlanjutan perbaikan layanan adalah target utama, bukan sekadar mengejar piala penghargaan.
Apa Artinya bagi Warga Tarakan?
Di balik nama kategori yang terdengar birokratis, substansi dari penghargaan ini adalah bagaimana warga di kepulauan Tarakan merasakan kemudahan mengakses fasilitas kesehatan. Mulai dari layanan puskesmas di kelurahan-kelurahan hingga rujukan ke rumah sakit umum daerah.
Kualitas layanan yang baik juga berarti ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, serta peralatan yang memadai. Pengakuan dari pemerintah pusat ini menjadi semacam audit eksternal bahwa apa yang telah diupayakan Pemkot Tarakan selama ini berada di jalur yang benar.
Ke depannya, tantangan bagi Pemkot Tarakan adalah menjaga konsistensi. Sebab, mempertahankan predikat kerap lebih sulit daripada meraihnya pertama kali. Apalagi dengan kondisi geografis Tarakan yang terpisah dari daratan utama Kalimantan, logistik kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang tak pernah selesai.