Pencarian

Kisah Mersia di Tarakan: dari Rumah Kayu 5x3 Meter, Tenun D'Utan Tembus Sampul Buku Wastra BI hingga Dipakai Gubernur Bank Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:58:31 WIB
Kisah Mersia di Tarakan: dari Rumah Kayu 5x3 Meter, Tenun D'Utan Tembus Sampul Buku Wastra BI hingga Dipakai Gubernur Bank Indonesia
Tenun D'Utan karya perajin Tarakan terpilih sebagai sampul buku Wastra Nusantara 2024 dan dipakai Gubernur Bank Indonesia.

TARAKAN — Kegigihan Mersia Dua Moong merawat tradisi menenun di Kalimantan Utara berbuah manis. Usaha rumahan Tenun D'Utan yang dirintisnya sejak 2015 lalu di Tarakan kini tak hanya menghidupi belasan perajin lokal, tetapi juga diakui hingga level nasional.

Puncaknya, karya tenun dari kelompok Sikka Borneo ini lolos kurasi ketat dan terpilih sebagai sampul buku Wastra Nusantara 2024. Tak berhenti di situ, kain hasil jemari Mersia juga dipakai sebagai busana resmi oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, beserta istri.

Berawal dari Keresahan Motif Luar Daerah

Perjalanan ini dimulai dari keprihatinan Mersia terhadap pelestarian budaya lokal. Ia kerap melihat para penenun di Kaltara masih menggunakan motif bawaan dari luar daerah, seperti kain bercorak NTT, serta pewarna kimia yang kurang ramah lingkungan.

"Sedih juga, di Kaltara ini masih banyak penenun yang pakai motif bawaan dari luar daerah. Makanya pelan-pelan kami mau buat identitas kita sendiri," ungkap Mersia kepada Fokusborneo.com.

Berbekal dorongan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan, Mersia mulai menggali kekayaan alam setempat. Ia mengangkat motif khas suku Tidung dan Dayak, seperti tanduk galung, kujau, hingga batu semandak.

Inovasi Pewarna Alami dari Rebusan Arang hingga Kulit Bakau

Untuk urusan warna, Mersia memanfaatkan potensi alam Kaltara secara bijak. Ia menggunakan rebusan arang untuk menghasilkan warna abu-abu, lalu kayu meranti, kulit bakau, dan kayu secang untuk menciptakan warna merah muda.

Inovasi terus dilakukan untuk menjaga kualitas. Saat ini, kelompoknya tengah menyiapkan kain tenun katun yang diselipi anyaman rotan agar memiliki karakter khas yang lebih kuat.

"Harapannya kalau ada tamu atau pejabat datang ke Kaltara, mereka bisa bawa pulang oleh-oleh kain yang berkualitas dan benar-benar punya cerita dari tanah kita sendiri," tambah Mersia.

Merangkul 15 Perajin dan 7.000 Pekerja Rumah Tangga

Usaha ini membawa dampak sosial yang hangat bagi warga sekitar. Melalui kelompok tenun Sikka Borneo, Mersia merangkul sekitar 15 perajin lokal yang didominasi ibu rumah tangga asal Flores yang telah lama menetap di Tarakan. Jejaringnya bahkan memberdayakan hingga 7.000 pekerja rumah tangga.

Sistem kerja dibuat sangat fleksibel. Selain 3 karyawan yang membantu langsung di tempat usaha, para perajin lainnya menenun dari rumah masing-masing setelah urusan domestik selesai.

"Biasanya kami baru bisa ngumpul menenun itu setengah hari ke atas, setelah pekerjaan rumah tangga selesai. Harapan kami sederhana, lewat tenun yang ramah lingkungan ini, ekonomi dapur ibu-ibu bisa sedikit terbantu," ujar Mersia.

Berapa Lama Proses Pembuatan dan Harga Kain Tenun D'Utan?

Proses pembuatan satu lembar kain berukuran 3 meter x 85 cm membutuhkan ketelitian ekstra hingga 3 minggu karena dikerjakan secara full handmade. Dalam sebulan, kelompok ini mampu memproduksi sekitar 4 lembar kain eksklusif.

Kriya tenun buatan Mersia dibanderol mulai dari Rp200.000 untuk produk syal, hingga Rp2.000.000 untuk lembaran kain eksklusif pewarna alami. Dari usaha ini, perekonomian keluarga Mersia yang sempat terpuruk kini bangkit, bahkan ia mampu membiayai pendidikan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Digitalisasi dan Pendampingan Bank Indonesia

Di tengah ketatnya persaingan produk tekstil modern, digitalisasi menjadi penopang utama kelangsungan usaha. Sejak mengadopsi sistem transaksi digital QRIS beberapa tahun lalu, jual beli menjadi lebih praktis dan aman. Untuk pemasaran virtual, Mersia aktif memanfaatkan status WhatsApp hingga media sosial TikTok.

Transformasi ini kian mantap berkat pembinaan berkelanjutan dari Bank Indonesia (BI) Kaltara selama 3-4 tahun terakhir. BI mendampingi lewat pelatihan upgrade skill, bantuan alat tenun, serta pelibatan dalam ajang Karya Kreatif Benuanta (KKB) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta.

Hasilnya, Tenun D'Utan dinobatkan sebagai UMKM Binaan Terbaik Provinsi Kalimantan Tahun 2024 oleh BI Kaltara. Bagi Mersia, setiap lembar kain dari brand-nya—yang berasal dari kata Dena (membuat) dan Utang (kain tenun)—bukan sekadar barang dagangan, melainkan perajut memori dan identitas budaya Kaltara.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks