BULUNGAN — Bank Indonesia memastikan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk semata, melainkan juga ruang akselerasi bagi pelaku UMKM di Kalimantan Utara untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Mengusung tema "Kreasi Benuanta: Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan", kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, menyatakan komitmennya mendorong UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pasar. Menurutnya, pengembangan sektor ini tidak cukup hanya dengan pameran, tetapi harus menyentuh aspek peningkatan kapasitas dan perluasan akses.
Jago Ekspor Buka Jalan Produk Kaltara ke Pasar Global
Salah satu program unggulan yang disiapkan menuju KKB 2026 adalah Sekolah Jago Ekspor. Inisiatif ini dirancang untuk mematangkan kesiapan pelaku usaha menembus pasar internasional.
Hasilnya mulai terlihat. Program tersebut telah menghasilkan Letter of Intent (LoI) senilai Rp 2,9 miliar dari buyer eksportir. Angka ini menjadi indikasi bahwa produk unggulan Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk bersaing di kancah yang lebih luas.
Tiga Agenda Utama: Fair, Forum, dan Competition
KKB 2026 dikemas melalui tiga pilar kegiatan. Pertama, Fair berupa expo dan pameran produk UMKM unggulan. Kedua, Forum yang mencakup workshop, edukasi, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam pencatatan keuangan digital.
Ketiga, Competition yang menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan inovasi dan kreativitas. Ketiga agenda ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang lebih sehat dan berdaya saing.
Dorongan Digitalisasi dan Literasi Keuangan bagi Pelaku Usaha
Selain fokus pada ekspor, Bank Indonesia juga mendorong pelaku UMKM melakukan onboarding digital untuk memperluas pemasaran. Langkah ini dinilai penting di tengah pergeseran perilaku konsumen yang semakin mengandalkan kanal digital.
Pelaku usaha juga mendapat pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas pencatatan dan pengelolaan laporan keuangan, sehingga UMKM lebih siap mengikuti business matching dengan perbankan.
"Penguatan ekosistem UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak," ujar Agus Taufik. Karena itu, Bank Indonesia terus membangun sinergi bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan para mitra strategis untuk memperluas akses pasar, mempercepat adopsi digital, serta meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi Menuju KKI 2026 di Jakarta
Pada tingkat nasional, Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 akan digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta. Ajang ini melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM secara global.
Melalui KKB 2026, Bank Indonesia berharap produk-produk unggulan Kaltara yang berakar pada budaya dan kearifan lokal mampu memiliki nilai tambah serta semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global.