Pencarian

PLN Siapkan Strategi Garap PLTS 100 GWp, Investasi Capai Rp 1.140 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 • 16:20:31 WIB
PLN Siapkan Strategi Garap PLTS 100 GWp, Investasi Capai Rp 1.140 Triliun
PLN menyatakan kesiapan mendukung percepatan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GWp) dengan total investasi mencapai Rp 1.140 triliun.

KALIMANTAN UTARA — Presiden Prabowo Subianto menyebut pengembangan energi surya menjadi langkah strategis untuk mempercepat kemandirian energi nasional. Dengan total 100 GWp, pemerintah menargetkan kebutuhan listrik dalam negeri bisa dipenuhi dari sumber energi domestik.

"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo di Gilimanuk, Selasa (25/8).

Program ini merupakan tindak lanjut arahan presiden untuk mencari terobosan percepatan kedaulatan energi. Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, menjelaskan pengembangan PLTS akan memanfaatkan potensi sumber daya di berbagai wilayah melalui beragam skenario.

Delapan Skenario dan Dampak Ekonomi yang Ditawarkan

Pemerintah menyiapkan delapan skenario utama dalam merealisasikan program raksasa ini. Rinciannya meliputi eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar melalui RUPTL mencapai 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, dan PLTS atap 9,35 GWp.

Selain itu, ada PLTS untuk wilayah 3T sebesar 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, dan kompor induksi sebesar 24,13 GWp.

Bahlil memastikan program ini berdampak besar pada lingkungan dan perekonomian. "Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah," katanya.

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja. Rinciannya, 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur. Pemerintah juga memperkirakan efisiensi subsidi energi mencapai Rp 73,9 triliun per tahun.

Peran PLN dan Pengembangan Klaster di Bali

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan mendukung visi swasembada energi. PLN siap memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung agar pengembangan proyek berjalan optimal.

"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Kami akan all out agar pengembangan energi surya terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan," jelas Darmawan.

Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi akan mengembangkan 5 klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp. Proyek ini didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh sebagai fondasi ekosistem energi bersih di destinasi pariwisata utama Indonesia.

"Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk," ujar Darmawan.

Pada tahap awal, proyek PLTS Gilimanuk menjadi lokasi peluncuran program nasional. Sementara di Bangka Belitung, PLTS Pulau Rengit telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Program ini diharapkan menjadi katalisator ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas konstruksi dan manufaktur di sekitar lokasi proyek.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks