Australia: Potongan Harga hingga Pinjaman Tanpa Bunga
Pemerintah Australia memberikan insentif melalui Small-scale Renewable Energy Scheme (SRES). Skema ini menerbitkan Small-scale Technology Certificates (STCs) yang berfungsi sebagai potongan harga saat pembelian panel surya atau baterai rumah.Nilai potongan yang diterima umumnya berkisar A$ 2.400 hingga A$ 4.000, tergantung ukuran sistem dan lokasi pemasangan. Di tingkat negara bagian, New South Wales menawarkan pinjaman tanpa bunga hingga A$ 14.000. Queensland memberikan potongan harga A$ 3.000 untuk sistem tenaga surya dan tambahan A$ 3.000 untuk baterai.
Adapun Australian Capital Territory (ACT) menyediakan pinjaman hingga A$ 15.000. Sistem tenaga surya yang tidak terhubung ke jaringan listrik (off-grid) pun tetap memenuhi syarat untuk memperoleh STCs.
India: Subsidi 40 Persen dan Dukungan Bank Dunia
Pemerintah India memberikan subsidi awal hingga 40 persen untuk sistem PLTS atap melalui program Kementerian Energi Baru dan Terbarukan. Beberapa negara bagian memberikan insentif tambahan, seperti Delhi yang menawarkan potongan harga INR 10.000 per kilowatt (kW).Bank Dunia turut menyokong program ini dengan paket pendanaan yang mencakup pinjaman US$ 820 juta dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), pinjaman lunak US$ 60 juta dari Clean Technology Fund, dan hibah US$ 10 juta dari Livable Planet Fund.
Bank Dunia juga akan menggerakkan dana US$ 4,2 miliar dalam bentuk pinjaman komersial. Program PM Surya Ghar: Muft Bijli Yojana menargetkan insentif pemasangan PLTS atap untuk 10 juta rumah tangga, termasuk pembiayaan tanpa agunan.
Eropa: Bebas PPN hingga Pengurangan Pajak Penghasilan
Di Jerman, instalasi energi surya dibebaskan dari PPN atau dikenai tarif nol persen. Pemerintah juga menyediakan pinjaman bunga rendah melalui bank pembangunan KfW untuk pembelian panel surya dan baterai.Inggris memberikan pembebasan PPN untuk pemasangan sistem tenaga surya dan baterai setidaknya hingga 2027. Pemilik rumah juga dapat menjual kelebihan listrik melalui skema Smart Export Guarantee (SEG).
Italia memiliki skema Ecobonus yang memberikan pengurangan pajak penghasilan 50 persen selama 10 tahun. Spanyol menerapkan PPN nol persen untuk sistem energi surya perumahan sejak 2022 dengan mekanisme net billing.
Pertanyaan untuk Indonesia: Kapan Insentif Hadir?
Di tengah derasnya arus subsidi global, Indonesia belum memiliki program nasional yang setara untuk rumah tangga. Padahal, potensi energi surya di Indonesia sangat besar dan biaya teknologinya terus menurun.Tidak adanya insentif hulu membuat adopsi PLTS atap masih terbilang mahal bagi sebagian besar masyarakat. Padahal, transisi energi yang berkeadilan mensyaratkan akses yang merata, bukan hanya untuk industri atau kelompok mampu.
Belum ada pernyataan resmi terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai rencana penerapan skema subsidi PLTS atap serupa negara lain. Masyarakat yang ingin memantau perkembangan kebijakan ini dapat mengakses kanal resmi Kementerian ESDM atau Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).