KALIMANTAN UTARA — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berjalan sejak Februari 2025 dinilai PSI sebagai momentum pergeseran paradigma layanan kesehatan nasional. Partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan program andalan pemerintahan Prabowo Subianto. Namun, sejumlah aspek perlu dibenahi agar manfaatnya optimal bagi masyarakat.
Cakupan 108 Juta Warga dan Tantangan Kualitas Layanan
Dalam Sidang Tahunan MPR pekan lalu, Presiden Prabowo memaparkan bahwa layanan CKG telah menjangkau 108 juta orang. Layanan ini tersedia di 10.255 Puskesmas yang tersebar di 38 provinsi.
PSI mengingatkan bahwa perluasan cakupan geografis dan jumlah peserta tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas layanan. Partai berlambang mawar ini meminta pemerintah memastikan setiap tahapan pemeriksaan berjalan sesuai standar medis yang ketat.
"PSI memandang perluasan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya pencegahan dan deteksi dini di masyarakat," ujar Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (19/8).
Deteksi Dini Dinilai Tekan Beban Ekonomi Negara
Menurut Endang, pemeriksaan rutin memungkinkan faktor risiko dan penyakit ditemukan lebih awal. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan.
Efek berantai dari deteksi dini ini bukan hanya pada aspek klinis pasien, tetapi juga pada efisiensi anggaran kesehatan nasional. Penyakit yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang lebih besar untuk ditangani sebelum membutuhkan perawatan yang lebih kompleks dan berbiaya tinggi.
"Program CKG mendorong pergeseran penekanan layanan kesehatan, dari yang selama ini banyak berfokus pada pengobatan menuju penguatan pencegahan dan deteksi dini," tutur Endang.
Empat Catatan Kritis PSI untuk Pemerintah
Meski mengapresiasi program tersebut, PSI tidak menutup mata terhadap sejumlah celah yang berpotensi menghambat efektivitas CKG. Partai yang dikenal vokal di isu kesehatan ini menyodorkan empat catatan penting kepada pemerintah pusat.
- Ketepatan tindak lanjut: Setiap temuan masalah kesehatan dalam pemeriksaan harus memiliki alur rujukan yang jelas dan cepat ke fasilitas kesehatan lanjutan.
- Ketersediaan obat dan layanan rujukan: Pasokan obat di Puskesmas dan rumah sakit rujukan harus selaras dengan tren temuan penyakit dari program CKG.
- Integrasi data kesehatan: Data hasil pemeriksaan 108 juta warga perlu diintegrasikan dalam satu sistem agar riwayat kesehatan pasien terdokumentasi dengan baik.
- Kualitas pemeriksaan: Standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan harus seragam di seluruh Puskesmas, baik dari sisi sumber daya manusia maupun alat kesehatan.
Dukungan Penuh untuk Sistem Kesehatan Preventif
PSI menegaskan bahwa dukungan terhadap CKG merupakan bagian dari komitmen partai untuk membangun sistem kesehatan nasional yang lebih preventif dan mudah diakses. Partai yang lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 ini menilai program tersebut selaras dengan visi mereka tentang pelayanan publik yang berorientasi pada kualitas hidup warga.
"Karena itu, kami mendukung dan mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat," kata Endang menegaskan.
Ke depan, PSI berjanji akan terus mengawal implementasi program ini di tingkat daerah melalui kader-kader partai yang tersebar di berbagai wilayah.