TARAKAN — BPJS Ketenagakerjaan memulai program pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat melalui skema PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat). Peluncuran awal dilakukan serentak di berbagai daerah, termasuk Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (18/8).
Kegiatan ini menyasar ahli waris peserta yang kehilangan tulang punggung keluarga, baik akibat kecelakaan kerja maupun sakit. Tujuannya, manfaat yang telah dibayarkan tidak berhenti sebagai bantuan tunai, melainkan menjadi modal untuk membangun sumber penghidupan baru.
Bekal Keterampilan untuk 60 Penerima Manfaat
Di Tarakan, sebanyak 60 penerima manfaat terlibat dalam pelatihan yang mencakup pembuatan kain tenun signal, digitalisasi produk, fotografi produk, serta literasi keuangan dan perlindungan konsumen. Materi ini dipilih agar peserta tidak hanya terampil memproduksi, tetapi juga mampu memasarkan hasil usahanya.
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Tarakan, Bank Indonesia, Bank BTN, dan Rumah BUMN. Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., turut hadir memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut.
Perlindungan yang Tidak Berhenti di Titik Klaim
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Faizal Rachman, menyebut bahwa risiko yang dialami pekerja membawa perubahan besar bagi kondisi ekonomi keluarganya. Pihaknya ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dirasakan lebih jauh dari sekadar pembayaran klaim.
"Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung mereka. Manfaat yang kami bayarkan tentu sangat berarti, tetapi kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti di sana. Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis," ujar Faizal.
Sejalan dengan Target Pemerataan Ekonomi Nasional
Program PEKA mengusung semangat Value Beyond Protection, yang menekankan pendampingan berkelanjutan bagi pekerja dan keluarganya. Inisiatif ini juga selaras dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Bentuk pemberdayaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan potensi ekonomi masing-masing daerah. Selain peningkatan kompetensi, program ini juga mencakup pelatihan kewirausahaan serta pendampingan pengembangan usaha agar manfaat yang diterima dapat menjadi pijakan kemandirian.
Pemkot Tarakan Dorong Keberlanjutan Program
Wali Kota Tarakan menekankan bahwa pemberdayaan penerima manfaat perlu berjalan berkelanjutan. Pelatihan tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus berdampak nyata pada perbaikan taraf hidup keluarga peserta.
Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap perlindungan sosial tidak hanya menjadi penopang saat risiko terjadi, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi di masa depan.