Pencarian

Tragedi Drag Race Kotamobagu: 8 Tewas, Pembatas Tali dan Pagar Seadanya Jadi Sorotan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 08:45:32 WIB
Tragedi Drag Race Kotamobagu: 8 Tewas, Pembatas Tali dan Pagar Seadanya Jadi Sorotan
Petugas kepolisian dan tim medis mengevakuasi korban tragedi balap drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8/2025).

KALIMANTAN UTARA — Sebuah tragedi berdarah mencoreng ajang balap jalanan legal di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Delapan orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka setelah mobil dragster yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Mc Joe oleng dan menabrak kerumunan penonton di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 15.50 Wita.

Kecelakaan terjadi saat mobil memasuki titik finis sirkuit. "Namun, saat memasuki titik finis sirkuit, mobil tersebut mengalami masalah," kata Plt Kasi Humas Polres Kotamobagu AKP Joko Setiyono. Mobil kemudian oleng ke sisi kiri lintasan dan menabrak pagar pembatas yang sama sekali tidak mampu menahan laju kendaraan.

Pembatas Tali dan Pagar Seadanya: Jauh dari Standar Aman

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi mengerikan. Lintasan balap yang digelar di jalan aspal mulus dan lurus itu hanya dipisahkan dari penonton oleh pembatas ala kadarnya. Di satu sisi, panitia menggunakan tali sebagai pembatas. Di sisi lain, hanya ada pagar sederhana yang jelas tidak dirancang untuk menahan benturan mobil balap berkecepatan tinggi.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menyoroti lemahnya manajemen risiko penyelenggara. "Drag race itu jelas melibatkan kecepatan, kemudian ada penonton yang rentan berada di jalan dan sepertinya itu jalan aspal yang mulus, itu juga lurus serta kendaraan jelas sudah ada modifikasinya," ujarnya.

Penonton Korban dari Asumsi Profesionalisme yang Keliru

Reza menilai warga yang hadir menjadi korban karena berasumsi semua aspek acara sudah profesional. Padahal, belum tentu demikian. "Jadi inilah yang memicu banyak korban. Wajar para penonton tidak melihat bahaya di situ apalagi ada risikonya," jelas Reza.

Dia juga mempertanyakan kesiapan tim balap dalam membaca potensi bahaya, bukan hanya mengejar kemenangan. "Tim dragnya apakah sudah melihat ada perspektif bahaya selain dari prestasi dan juara juga teknis tentang kendaraan serta jalan aspalnya yang mempengaruhi berbagai hal, traksi pengereman, steering dan suspensi," kata Reza.

Menurutnya, beban tanggung jawab tim balap seharusnya tidak berhenti pada performa kendaraan. "Harusnya ini yang menjadi perhatian juga para peserta, beban mereka tidak begitu besar maka prinsip ini sebaiknya menjadi pola berpikir baru buat tim balapnya, karena ini ada situasi yang berbeda dari biasa mereka melakukan kompetisi besar misalnya," sambungnya.

Aturan Balap Sudah Ketat, Eksekusi di Lapangan yang Bermasalah

Reza menegaskan bahwa regulasi untuk perlombaan balap sebenarnya sudah sangat lengkap dan mengikat. "Ini lengkap pasti, dari mulai petugas sampai ke penyelenggara ada diklat dan ujian sertifikasinya, baik ke personel maupun perusahaan penyelenggaranya. Semua diatur secara ketat bahkan sebelum, selama bahkan sesudahnya, termasuk sanksinya," ujarnya.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa standar keselamatan yang ketat sebenarnya sudah tertulis. Namun, eksekusi di lapangan pada ajang drag race Kotamobagu menunjukkan pengabaian fatal terhadap regulasi tersebut. Jarak aman penonton, kualitas pembatas, hingga manajemen akses area sirkuit menjadi celah yang berujung pada hilangnya nyawa.

Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa balap liar yang dikemas dalam turnamen resmi tetap menyimpan risiko besar jika penyelenggara dan peserta tidak serius menerapkan protokol keselamatan. Nyawa penonton yang membayar dengan tontonan tidak sebanding dengan hadiah atau prestasi yang dipertaruhkan di atas aspal.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks