Pencarian

Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Bukan Sekadar Wajah Baru, tapi Jaga Identitas Bangsa

Jumat, 31 Juli 2026 • 11:57:31 WIB
Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Bukan Sekadar Wajah Baru, tapi Jaga Identitas Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah.

KALIMANTAN UTARA — Peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang berlangsung pada pekan ini. Stasiun yang dibangun pada 1914 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), itu kini tampil dengan wajah baru tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Fadli Zon hadir mendampingi Prabowo dalam seremoni yang juga dihadiri jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pejabat daerah setempat.

“Pelestarian cagar budaya adalah bagian dari menjaga identitas bangsa. Stasiun ini bukan hanya bangunan tua, tetapi saksi bisu perjalanan sejarah perkeretaapian dan peradaban Indonesia,” ujar Fadli dalam sambutannya di lokasi, kemarin.

Arsitektur Kolonial yang Dipertahankan, Fungsi Modern yang Ditambah

Revitalisasi yang digarap PT KAI ini memadukan restorasi elemen arsitektur asli dengan penambahan fasilitas modern. Fasad bergaya indische empire yang menjadi ciri khas stasiun dipertahankan, sementara area komersial dan ruang tunggu penumpang diperluas untuk mengakomodasi lonjakan jumlah pengguna kereta api.

Kepala Stasiun Semarang Tawang menyebut jumlah penumpang naik signifikan dalam lima tahun terakhir, terutama pada musim mudik dan libur panjang. Dengan kapasitas baru, stasiun ini ditargetkan mampu melayani hingga 15 ribu penumpang per hari, naik dari kapasitas sebelumnya yang hanya sekitar 10 ribu.

Fadli menambahkan, revitalisasi ini menjadi contoh bagaimana pembangunan infrastruktur tidak harus mengorbankan nilai warisan budaya. “Kita bisa membuat stasiun ini nyaman dan modern, tetapi jiwa sejarahnya tetap hidup. Ini yang harus dicontoh oleh proyek revitalisasi lain di Indonesia,” katanya.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata di Kawasan Kota Lama

Keberadaan Stasiun Semarang Tawang yang berada di kawasan Kota Lama Semarang menjadikannya pintu gerbang wisata sejarah. Pemerintah kota selama ini menggandeng PT KAI untuk mengintegrasikan rute pejalan kaki dari stasiun menuju bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya, seperti Gereja Blenduk dan Gedung Marabunta.

Revitalisasi ini diharapkan memperkuat daya tarik kawasan tersebut. Pedagang dan pelaku usaha mikro di sekitar stasiun diproyeksikan menikmati efek berganda dari peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Fadli menegaskan, Kementerian Kebudayaan akan mendukung penuh upaya serupa di daerah lain. “Kami mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengusulkan bangunan bersejarah sebagai cagar budaya. Perlindungan hukum yang kuat akan memastikan bangunan itu tidak hilang atau rusak,” ujarnya.

Stasiun Tua yang Kini Jadi Ikon Baru Semarang

Stasiun Semarang Tawang sempat mengalami masa kritis pada 1990-an ketika sebagian atapnya ambruk. Bangunan itu kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya pada 2010, dan proses revitalisasi dimulai secara bertahap sejak 2022.

PT KAI mengklaim proyek ini menelan biaya hingga Rp 250 miliar, termasuk perbaikan struktur, penataan kawasan, dan pembangunan area parkir. Dengan selesainya revitalisasi, stasiun ini tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat umum.

Bagi Fadli, momen peresmian ini bukan akhir dari pekerjaan pemerintah. “Ini awal dari tanggung jawab kita bersama untuk merawat dan memanfaatkannya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga warisan ini,” tutupnya.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks