Pencarian

Bupati Bulungan Sebut Sistem TET Percepat Literasi Dasar, Kini Berjalan di 26 Gugus Dibiayai APBD

Rabu, 30 September 2026 • 15:13:01 WIB
Bupati Bulungan Sebut Sistem TET Percepat Literasi Dasar, Kini Berjalan di 26 Gugus Dibiayai APBD
Bupati Bulungan Syarwani menerima kunjungan perwakilan Kemendikdasmen, Kedutaan Besar Australia, dan tim program INOVASI untuk meninjau implementasi sistem TET.

Bupati Bulungan Syarwani menilai sistem pendidikan Teacher Experimental Training (TET) mempercepat peningkatan kompetensi literasi dasar di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penilaian itu disampaikan saat menerima kunjungan perwakilan Kemendikdasmen, Kedutaan Besar Australia, dan tim program INOVASI pada 28-29 September untuk melihat langsung implementasi TET. Sistem yang berawal dari kemitraan pada 2017 di dua gugus itu kini berjalan di 26 gugus dan sepenuhnya dibiayai APBD.

TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan menempatkan TET sebagai tulang punggung peningkatan mutu guru di wilayah yang luasnya lebih dari 13 ribu kilometer persegi. Syarwani menyebut sistem ini mampu menahan learning loss saat pandemi dan kini dipakai untuk pendidikan inklusif, yakni membekali guru reguler agar mampu melayani peserta didik berkebutuhan khusus.

Ketika karhutla menimbulkan kabut asap dan kualitas udara memburuk, Pemkab Bulungan bergerak cepat menyelenggarakan belajar dari rumah dengan memanfaatkan sistem yang sama. "Dengan satu sistem, dapat berbagai fasilitas tanpa membangun struktur baru," kata Syarwani.

Guru di Peso Dapat Kesempatan Belajar Setara Tanjung Selor

TET merupakan sistem peningkatan mutu guru berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus Satuan Pendidikan. Guru tidak perlu ke kota untuk belajar. Pembelajaran didekatkan ke tempat guru bertugas melalui KKG di gugusnya, lalu langsung dipraktikkan di kelas.

"Jadi guru di Kecamatan Peso yang berada di Hulu Sungai Kayan mendapat kesempatan belajar yang sama dengan guru di Kota Tanjung Selor," ujar Syarwani. Ia menyebut sistem ini sebagai wujud misi ketiga dan kelima Pemkab Bulungan, yakni layanan dasar yang andal serta pelayanan yang adil dan merata.

Luas wilayah menjadi alasan utama pendekatan berbasis gugus dipilih. Sebagian sekolah hanya dapat dijangkau lewat sungai, sementara kemampuan fiskal daerah terbatas. "Sistem TET menjadi jawaban untuk dekat dengan guru, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh wilayah tanpa menciptakan kesenjangan baru," katanya.

Dari Dua Gugus pada 2017, Kini 26 Gugus dan Mandiri Secara Anggaran

Sistem TET berawal dari kemitraan dengan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) pada 2017 di dua gugus. Kini TET berjalan di 26 gugus dan sepenuhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Program itu telah melewati pergantian kepemimpinan, pandemi, dan efisiensi anggaran, tetapi tetap berjalan. "Bagi kami, inilah bukti keberhasilan kemitraan yang sesungguhnya yang dimulai bersama mitra, kini menjadi milik dan tanggung jawab daerah," ujar Syarwani.

Keberhasilan penerapan TET disebut sebagai buah gotong royong sejumlah pihak: pemerintah daerah, program INOVASI, Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltara, Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Kaltara, Universitas Borneo Tarakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bulungan, Kementerian Agama, pengawas, kepala sekolah, guru, komunitas belajar, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Bulungan Tawarkan Diri Jadi Lokasi Belajar Kabupaten Lain

Pemkab Bulungan berharap TET dapat dikaji sebagai model pengembangan guru berbasis gugus yang hemat biaya bagi daerah dengan tantangan geografis, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Bulungan siap menjadi lokasi belajar bagi kabupaten lain dan kami berharap dukungan untuk memperluas pendekatan ini ke jenjang yang lebih tinggi," kata Syarwani. Ia juga meminta dukungan agar gugus-gugus di wilayah terpencil dapat saling terhubung dan berbagi praktik baik melalui teknologi, sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam layanan pendidikan inklusif.

Follow infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks